Sempat Terkendala Meliput, Jurnalis Akhirnya Kantongi Strategi Kemenhut Padamkan Karhutla TNTP

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Peliputan kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Rabu (14/10/2026), sempat terkendala pengambilan gambar, video, dan wawancara doorstop. Setelah berupaya meminta keterangan, jurnalis akhirnya memperoleh penjelasan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengenai strategi pemadaman.

Raja Juli mengatakan pemerintah menyiapkan sekitar 160 personel darat untuk menangani sejumlah titik prioritas. Kawasan Pesalat menjadi salah satu fokus guna mencegah api meluas ke zona inti taman nasional.

Untuk mendukung pemadaman, pemerintah memperhitungkan kebutuhan sekitar 30 sumur bor. Pembuatan sekat bakar juga dipertimbangkan dengan menyesuaikan kondisi medan, kedalaman gambut, dan kebutuhan peralatan.

Kemenhut turut menjajaki pengerahan helikopter water bombing atau pemadaman menggunakan bom air. Namun, operasi udara terkendala jarak pandang akibat asap. Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, menjadi salah satu alternatif pangkalan yang dipertimbangkan.

Pemerintah juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 15–16 Oktober 2026. Penyemaian awan direncanakan melalui Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, karena penerbangan dari sejumlah bandara di Kalimantan Tengah terkendala jarak pandang.

Penanganan karhutla turut menyasar kawasan Teluk Pulai, termasuk Sungai Buluh Kecil dan Sungai Buluh Besar. Pengaturan personel dan logistik disiapkan untuk mendukung pemadaman di lokasi dengan akses dan medan yang menantang.

Kemenhut berencana menemui relawan TNTP guna membahas kerja sama penanganan kebakaran. Komunikasi sebelumnya telah dilakukan melalui pertemuan daring pada Senin (12/10/2026).

Pemerintah juga menyiapkan peralatan bagi 15 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar TNTP. Peralatan yang tersedia di Banjarmasin itu direncanakan disalurkan untuk mendukung pemadaman, meski rincian jenis dan jumlahnya belum disampaikan.

Raja Juli menegaskan pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, serta unsur terkait akan terus mengupayakan penanganan karhutla melalui berbagai langkah sesuai kondisi lapangan.

Kemenhut mengandalkan pengerahan personel, dukungan udara, modifikasi cuaca, dan pelibatan masyarakat untuk menekan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting. (bob/ko)