PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, tidak sekadar bertumpu pada kesiapan atlet, tetapi juga kelayakan sarana pertandingan. Oleh karena itu, kualitas renovasi Stadion Sukma Negara di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kini menjadi sorotan utama jelang perhelatan akbar olahraga tingkat provinsi tersebut.
Guna memastikan kesiapannya, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng, Riska Agustin, mendampingi Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, turun langsung meninjau kondisi terkini stadion kebanggaan warga Kobar tersebut.
Inspeksi ini, bertujuan untuk memantau progres pengerjaan fisik, sekaligus memastikan seluruh fasilitas benar-benar mumpuni untuk menunjang kompetisi.
Dalam peninjauan itu, rombongan memfokuskan perhatian pada sejumlah infrastruktur krusial, mulai dari lintasan atletik, tribun penonton, kondisi lapangan, hingga fasilitas penunjang lainnya. Seluruh elemen ini, dinilai vital untuk menjamin kelancaran jalannya pertandingan serta memberikan kenyamanan maksimal bagi para atlet, ofisial, dan masyarakat yang hadir.
Riska menegaskan, inspeksi lapangan mutlak diperlukan agar dewan dapat memotret langsung progres pekerjaan secara riil. Menurutnya, stadion yang diproyeksikan sebagai venue utama Porprov harus dirancang sesuai spesifikasi dan standar pertandingan, bukan sekadar dipoles tampilan fisiknya.
“Kami ingin melihat langsung kondisi stadion dan progres renovasinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar fungsional untuk menunjang pelaksanaan Porprov nanti,” ujar Riska di sela-sela peninjauannya.
Legislator ini mengingatkan, agar percepatan renovasi tetap diimbangi dengan kontrol mutu yang ketat. Kualitas fasilitas olahraga yang memadai sangat dibutuhkan, agar para atlet dapat berlaga secara optimal dan kegiatan berjalan, sesuai standar teknis masingmasing cabang olahraga.
Lebih dari itu, Riska berharap, kualitas pembangunan ini diproyeksikan untuk asas manfaat jangka panjang. Stadion Sukma Negara tidak boleh hanya megah saat gelaran Porprov, tetapi harus terus bermanfaat sebagai pusat pembinaan dan kegiatan olahraga masyarakat pascaperhelatan.
“Yang paling krusial bukan sekadar selesai dibangun, melainkan bagaimana kualitas akhirnya. Kami berharap semua fasilitas yang direnovasi benar-benar presisi dengan kebutuhan pertandingan,” imbuhnya.
Di samping urusan fisik bangunan, Riska juga menyoroti, pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Koordinasi yang solid sangat dibutuhkan, untuk mematangkan segala aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue hingga akomodasi peserta.
Porprov XIII Kalteng 2026, akan menjadi panggung adu gengsi dan prestasi bagi ribuan atlet dari berbagai penjuru kabupaten serta kota. Mengingat besarnya skala acara ini, kematangan sarana pertandingan menjadi kunci sukses agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa hambatan.
“Kami berharap persiapan ini terus digenjot dan dimatangkan, sehingga tidak ada kendala teknis berarti saat hari H pelaksanaan. Porprov ini, harus menjadi momentum kebangkitan dan tolok ukur kemajuan olahraga di Kalimantan Tengah,” pungkas Riska. (zia/ko)






