PANGKALAN BUN, kaltengonlinecom – Seekor orangutan betina bernama Zahra dievakuasi petugas konservasi setelah ditemukan di kawasan KM 14 Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan laporan warga diterima sekitar pukul 11.53 WIB. Saat ditemukan, orangutan tersebut terlihat memakan buah nanas di sekitar permukiman.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan. Setelah sempat tidak terlihat, Zahra kembali muncul sekitar pukul 16.15 WIB. Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan Orangutan Foundation International (OFI) untuk melakukan evakuasi.
Tim OFI tiba di lokasi pukul 17.40 WIB dan melakukan pembiusan sebelum mengevakuasi satwa tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Zahra diperkirakan berusia 30 tahun dengan berat sekitar 30 kilogram. Orangutan betina itu juga diketahui memiliki microchip bernomor 972 00 00000 86006.
Setelah dievakuasi, Zahra dibawa ke OCCQ untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan fisik awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun cedera fisik lainnya.
Petugas juga mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar pertimbangan penanganan selanjutnya, sementara tim masih menunggu hasil laboratorium dan arahan pimpinan.
Kemunculan Zahra di dekat permukiman terjadi di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Meski belum dipastikan berkaitan langsung dengan kebakaran, karhutla berpotensi merusak habitat orangutan, mengurangi sumber pakan, serta mempersempit ruang hidup satwa liar.
Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan orangutan di sekitar permukiman. Warga juga diminta tidak mencoba menangkap atau mendekati satwa tersebut demi keselamatan manusia maupun satwa.






