PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Buana Putra memastikan diri sebagai juara Turnamen Bupati Cup U-16 setelah menundukkan Memo Seruyan dengan skor dramatis 3-2. Laga final yang digelar penuh tensi itu menjadi penutup sempurna ajang sepak bola usia dini yang berlangsung menarik dan kompetitif. Sorak dukungan suporter memadati stadion Sport Center sejak kick-off hingga peluit akhir.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim menampilkan permainan agresif, saling balas serangan, dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Buana Putra tampil efektif dalam penyelesaian akhir, sementara Memo Seruyan mencoba mengejar ketertinggalan hingga menit-menit terakhir. Skor 3-2 bertahan hingga laga berakhir, memicu sorak kemenangan dari para pendukung Buana Putra.
Ketua Askab PSSI Kotawaringin Barat, Muhammad Toha, menyampaikan apresiasi tinggi atas penampilan seluruh peserta. Menurutnya, final U-16 ini menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kobar terus berkembang. “Ini ajang pembuktian usia dini. Kita bisa lihat bakat-bakat luar biasa dari para pemain,” ujar Toha, Jumat (21/11).
Turnamen U-16 ini menjadi puncak rangkaian kompetisi usia dini yang menghadirkan beberapa kelompok umur, mulai dari U-12, U-14, hingga U-16. Antusiasme pemain, pelatih, dan orang tua terlihat sejak babak penyisihan hingga puncak kompetisi. Setiap kategori menyajikan pertandingan sengit yang menjadi wadah mencetak generasi pesepakbola masa depan.
Toha menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen berjenjang ini bertujuan memperkuat fondasi pembinaan atlet sejak usia muda. Melalui kompetisi rutin, para pemain mendapat pengalaman bertanding yang penting untuk perkembangan mental, teknik, dan taktik. “Ini ruang bagi mereka untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik,” tambahnya.
Dengan ditutupnya Turnamen Bupati Cup U-16, Askab PSSI Kobar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kegiatan serupa di masa mendatang. Harapannya, lebih banyak talenta muda yang lahir dari kompetisi daerah dan kelak mampu berprestasi di jenjang yang lebih tinggi, membawa nama Kotawaringin Barat semakin dikenal di kancah sepak bola.







