Kolaborasi Pemkab dan TNI Sukses

oleh
oleh
PENUTUPAN: Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan bersama Kasdam) XXII/Tanmbun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, pada giat penutupan TMMD ke-126 di Utara, Kamis (6/11).
PENUTUPAN: Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan bersama Kasdam) XXII/Tanmbun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, pada giat penutupan TMMD ke-126 di Utara, Kamis (6/11).

TMMD ke-126 Barito Utara Resmi Ditutup

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Kabupaten Barito Utara resmi ditutup dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Kamis (6/11). Penutupan ini menjadi penanda keberhasilan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara dalam melaksanakan berbagai proyek pembangunan fisik dan nonfisik untuk memajukan daerah, sekaligus dilakukan penandatanganan laporan hasil TMMD.

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan mengatakan, perencanaan program TMMD telah dilakukan jauh hari sebelumnya agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran. Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum tersentuh pembangunan.

“Ada wilayah yang memang sulit dijangkau. Kalau diserahkan kepada kontraktor, biasanya mereka enggan bekerja di sana. Karena itu kami melibatkan TNI yang punya kemampuan dan semangat untuk masuk ke daerah-daerah terpencil,” ujar Felix.

Felix menjelaskan, pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama dalam kegiatan TMMD, karena infrastruktur dasar ini menjadi pintu awal bagi sektor-sektor pembangunan lainnya. Dengan adanya jalan baru, proses distribusi bahan bangunan dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan efisien.

“Kalau jalannya sudah terbuka, tentu material bangunan berikutnya akan lebih mudah masuk karena dibantu oleh pihak TNI,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan program kolaboratif ini sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah. Setiap rencana pembangunan, lanjutnya, harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah daerah agar tetap realistis dan berkelanjutan.

“Tentunya semua harus melihat seberapa besar anggaran yang kita miliki di kabupaten,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemkab Barito Utara Perkuat Karakter dan Spiritualitas ASN Kelola APBD 2026

Felix juga menegaskan, kerja sama dengan TNI merupakan strategi pembangunan berkelanjutan untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Barito Utara. “Kami akan terus bersinergi, terutama dengan Kodim 1013/Muara Teweh,” katanya.

Diharapkan, dengan terbukanya akses transportasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah yang sebelumnya terisolasi dapat meningkat signifikan.

Sementara itu, Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XXII/Tanmbun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, menegaskan bahwa TMMD berfokus pada pembangunan wilayah terpencil dan tertinggal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuannya satu, untuk mensejahterakan masyarakat,” tegas Brigjen Sugiyono.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara TNI dan pemerintah daerah, agar program seperti TMMD dapat terus dijalankan di masa mendatang mengingat manfaatnya yang besar.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa terus melanjutkan program ini, karena sangat bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Brigjen Sugiyono menjelaskan bahwa pembiayaan program TMMD bersumber dari dua pihak, yakni pemerintah daerah dan TNI Angkatan Darat, sehingga kerja sama yang erat menjadi kunci sukses pelaksanaannya.

“Kalau pemerintah daerahnya terbuka, program ini akan berjalan dengan baik karena ada dua pembiayaan, dari daerah dan dari TNI,” jelasnya.

Rencananya, program serupa akan kembali dilaksanakan pada semester pertama tahun depan dengan fokus pada pembukaan akses jalan dan proyek pembangunan prioritas di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan. Program TMMD ke-126 di Barito Utara sendiri telah menyelesaikan 50 lokasi kegiatan, mencakup pembangunan infrastruktur jalan serta proyek-proyek unggulan lainnya.(ren/ko)