PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memaparkan sejumlah tantangan serta strategi penanggulangan kemiskinan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025. Wakil Bupati (Wabup) )Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, hadir langsung menyampaikan kondisi terkini dan komitmen daerahnya pada kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bapperida, Kamis (20/11).
Dalam pemaparannya, Felix mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng yang menempatkan Barito Utara pada peringkat sembilan jumlah penduduk miskin. Tercatat sebanyak 7.440 jiwa atau 5,52 persen penduduk masih berada dalam kategori miskin—sebuah kondisi yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Felix juga menjelaskan sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap masih tingginya angka kemiskinan tersebut. Faktor-faktor tersebut meliputi perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah, kenaikan garis kemiskinan akibat tekanan inflasi, serta tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 4,71 persen pada tahun 2024.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menetapkan target ambisius dalam dokumen perencanaan daerah.
“Untuk mengatasi hal ini, Kabupaten Barito Utara telah menetapkan target penurunan persentase kemiskinan dalam Rancangan Awal RPJMD 2025–2029, dengan target mencapai 4,6 persen pada tahun 2030,” jelasnya.
Felix kemudian memaparkan tiga strategi utama sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pertama, pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui program bantuan sosial dan pasar murah. Kedua, peningkatan pendapatan melalui penguatan kelembagaan ekonomi, pengembangan sektor pertanian, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Strategi ketiga adalah penurunan kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan layanan publik.
“Melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sanitasi, dan pembangunan Sekolah Rakyat,” tutupnya. (ren/ko)







