PALANGKA RAYA, kaltengonline.com -Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah, Dr. HM. Wahyudie F. Dirun, menegaskan bahwa pengelolaan anggaran perkumpulan NU di Kalimantan Tengah dilakukan secara terbuka dan dapat diakses oleh pengurus maupun anggota NU.
Ia menepis anggapan bahwa keuangan PWNU Kalteng dikelola secara tertutup. Wahyudie bahkan mempersilakan pihak internal NU yang ingin mengetahui kondisi keuangan organisasi untuk menanyakan langsung kepada Wakil Bendahara PWNU Kalteng, Maskur.
“Silakan bertanya langsung terkait neraca keuangan kepada wakil bendahara. Tidak ada yang ditutupi, dengan catatan yang bertanya adalah pengurus atau anggota NU,” tegas Wahyudie.
Terkait alasan kenapa tidak langsung menanyakan kepada Bendahara PWNU Kalteng, Dr. Rahmat Nasution Hamka? Wahyudie menjelaskan bahwa yang bersangkutan memiliki aktivitas yang sangat padat. Untuk itu, tata kelola keuangan sehari-hari didelegasikan kepada wakil bendahara agar tidak mengganggu tugas utama bendahara.
“Beliau sangat sibuk. Supaya tidak mengganggu aktivitasnya, pengelolaan dan pelayanan informasi keuangan kami serahkan kepada wakil bendahara,” ujarnya.
Penegasan tersebut disampaikan Wahyudie sebagai respons atas tudingan yang beredar di media sosial, khususnya melalui akun TikTok BERITA KALTENG, yang menyebut bahwa selama kepemimpinannya dana PWNU Kalteng dikelola secara tertutup.
Wahyudie menegaskan, sebagaimana mekanisme organisasi pada umumnya, laporan pertanggungjawaban, termasuk laporan keuangan, akan disampaikan secara resmi pada Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 2026 mendatang. (*)






