PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Warga di Jalan Sutan Syahrir, tepatnya di kawasan depan Kantor Samsat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di samping kendaraan roda dua miliknya, Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di trotoar oleh petugas kebersihan yang tengah menjalankan aktivitas pagi.
Korban diketahui bernama Eka Sumarmin (59), warga Pakem, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan keterangan warga dan pedagang sekitar, korban selama ini dikenal sebagai tunawisma yang kerap tidur di sekitar kantor Samsat dan area samping RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun.
Salah seorang pedagang menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa. Pada Senin malam (15/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, korban bahkan sempat memesan kopi di pedagang yang berada di depan RSSI Pangkalan Bun.
Penemuan jasad tersebut kemudian dilaporkan ke pihak rumah sakit dan diteruskan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat. Petugas PMI bersama tim RSSI langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi jenazah ke kamar jenazah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Kobar, Aiptu Hartono, mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang telah lama dideritanya.
Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan barang bawaan korban, petugas menemukan sejumlah uang tunai dengan total Rp 10.904.000. Uang tersebut ditemukan di beberapa kantong pakaian korban, masing-masing Rp 5 juta di kantong celana kiri, Rp 5,7 juta di kantong celana kanan, Rp 200 ribu di kantong celana belakang, serta Rp 4 ribu di kantong baju kaos.
Selain uang tunai, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Realme, satu unit sepeda motor Suzuki Tornado 110 CC dengan nomor polisi K 6450 VF, serta sejumlah perlengkapan pribadi korban yang disimpan di kendaraan roda dua tersebut.
Lebih lanjut, Aiptu Hartono menjelaskan bahwa berdasarkan hasil visum dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, korban diduga meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Kondisi tersebut disebabkan terhalangnya udara masuk ke saluran pernapasan akibat penyakit yang diderita korban, dan dipastikan tidak berkaitan dengan tindak pidana.
“Hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang menghubungi. Korban diduga hidup berpindah-pindah dan membawa perlengkapan sehari-hari dalam keranjang di sepeda motornya,” ujar Aiptu Hartono menutup keterangannya.(bud)







