KAPUAS,kaltengonline.com – Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf untuk melakukan koordinasi sekaligus finalisasi program.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kapuas ditargetkan mulai terealisasi pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp250 miliar. SR tersebut direncanakan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama.
Program Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya pemerataan akses pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung dan melaksanakan program strategis pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi tanpa terkecuali.
“Pendidikan adalah hak dasar seluruh anak bangsa. Pemerintah daerah siap melaksanakan program Sekolah Rakyat agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Wiyatno.
Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan nyata, Pemkab Kapuas telah menyiapkan lahan seluas sekitar 30 hektare yang berlokasi di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat lengkap dengan fasilitas pendukung.
Wiyatno menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian peserta didik melalui sistem pendidikan berasrama. Ia menilai investasi di bidang pendidikan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Dr. Usis I Sangkai, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu program kunci dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan di daerah. Seluruh siswa nantinya akan tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap yang disediakan oleh pemerintah.
“Seluruh siswa Sekolah Rakyat akan tinggal di asrama dan mendapatkan fasilitas yang memadai. Tidak hanya siswa, orang tua mereka juga akan memperoleh program pemberdayaan dari pemerintah,” kata Usis.
Ia menjelaskan, sebelum pembangunan dimulai, Pemkab Kapuas harus menuntaskan sejumlah persiapan penting, antara lain kelengkapan administrasi pembangunan gedung seperti UKL-UPL dan Andalalin, serta proses rekrutmen calon peserta didik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. (art/ko)







