PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya mematangkan perancangan kawasan Waterfront City sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup sekaligus menghadirkan ruang publik yang berkelanjutan di kawasan bantaran sungai. Pengembangan Waterfront City yang mencakup kawasan Pahandut, Pelabuhan Rambang, Flamboyan, hingga Ponton tersebut diarahkan tidak hanya pada penataan estetika kota, tetapi juga pada perlindungan ekosistem sungai dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan kawasan bantaran sungai memiliki fungsi vital sebagai penyangga lingkungan yang harus dijaga dalam setiap perencanaan pembangunan.
“Kawasan Pahandut, Pelabuhan Rambang, Flamboyan sampai Ponton ini merupakan kawasan yang menjadi kaca mata Kota Palangka Raya. Di sanalah kualitas lingkungan dan ruang hidup masyarakat harus kita tingkatkan tanpa merusak fungsi alamnya,” ujar Fairid usai rapat bersama Kepala Staf Kepresidenan di Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, konsep Waterfront City disusun dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan daya dukung lingkungan, pengelolaan kawasan sungai, serta penyediaan ruang terbuka hijau sebagai area resapan dan penyeimbang ekosistem.
“Penataan ini bukan hanya soal membangun fisik, tetapi bagaimana kawasan sungai tetap lestari, tidak tercemar, dan mampu menjadi ruang publik yang aman serta nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Fairid, kawasan bantaran sungai yang tertata dengan baik juga berperan penting dalam mengurangi risiko lingkungan, seperti pencemaran dan degradasi sungai, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, melalui perancangan Waterfront City, orang nomor satu di Kota Cantik itu berharap dapat menghadirkan kawasan perkotaan yang ramah lingkungan, mendukung aktivitas sosial masyarakat, serta tetap menjaga fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem ekologis kota.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan kota yang sehat dan berkelanjutan, di mana pembangunan dan pelestarian alam berjalan seiring,” pungkasnya. (ham/ans/ko)







