Fairid Ajak Warga Berantas Narkoba dari Lingkungan Terkecil

oleh
oleh
BERBINCANG: Wali Kota Palangka Raya, Fairid Napairin berdialog dengan Lurah Bukit Tunggal perihal kondisi lingkungan, beberapa waktu lalu.
BERBINCANG: Wali Kota Palangka Raya, Fairid Napairin berdialog dengan Lurah Bukit Tunggal perihal kondisi lingkungan, beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Peredaran Narkoba yang terus mengancam generasi muda mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengambil langkah tegas dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam perang melawan narkoba. Pemerintah menilai, pemberantasan Narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan hukum, tetapi harus dibarengi pencegahan dan keterlibatan aktif masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan Narkoba merupakan musuh bersama yang harus dilawan secara serius dan berkelanjutan. Ia menilai, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Penindakan harus tegas, tetapi juga persuasif. Jangan sampai upaya pemberantasan narkoba justru menimbulkan konflik sosial. Keamanan dan ketertiban masyarakat tetap harus kita jaga bersama,” ujar Fairid, Rabu (21/1).

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan secara terpisah antarinstansi. Seluruh unsur harus bergerak searah dengan komitmen yang sama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Palangka Raya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap bahaya narkoba dan berani berperan aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan masingmasing. “Saya mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. Mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga komunitas, mari kita jaga agar narkoba tidak mendapat ruang,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemko Jalin Kerja Sama Internasional

Terkait rencana pendirian pos terpadu anti narkoba, orang nomor satu di Kota Cantik ini menjelaskan keberadaan pos tersebut diarahkan sebagai langkah pencegahan melalui kehadiran aparat dan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang rawan peredaran narkoba.

“Kehadiran bersama ini diharapkan memberi rasa aman, menekan transaksi narkoba, sekaligus menjadi wadah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.

Untuk penyusunan teknis pendirian pos terpadu, Fairid meminta agar koordinasi dilakukan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya sebagai leading sector. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan konsistensi, Palangka Raya dapat menjadi kota yang lebih aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba.

“Kalau kita bersatu dan konsisten, saya yakin Palangka Raya bisa menjadi contoh daerah yang kuat dalam perang melawan narkoba,” tutupnya. (ham/ans/ko)