Dorong Penguatan Lumbung Pangan Kalteng
KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Daerah Pemilihan (Dapil) V Sutarno, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas atas pelaksanaan berbagai program pembangunan pada tahun anggaran 2025, baik di bidang infrastruktur maupun non-infrastruktur, yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Atas nama masyarakat Dapil V, khususnya wilayah Terusan, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah. Pembangunan badan jalan akses dari Basarang menuju Terusan, termasuk jembatan, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sutarno.
Ia berharap pembangunan tersebut dapat terus berlanjut hingga tuntas sehingga benarbenar dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian di wilayah Terusan dan sekitarnya.
Sutarno juga menekankan pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa dan kecamatan sebagai instrumen strategis untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah. Menurutnya, Musrenbang menjadi tolok ukur dalam menentukan program prioritas yang harus segera dilaksanakan.
“Melalui Musrenbang desa dan kecamatan, kita bisa mengetahui apa saja kebutuhan yang mendesak di masingmasing desa dan kecamatan. Ini penting agar program pembangunan tepat sasaran,” jelasnya.
Ia berharap pada tahun 2026 hingga 2027, semakin banyak program pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya di Kecamatan Bataguh dan wilayah Terusan yang dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Tengah.
“Saya berharap pemerintah daerah terus memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, jaringan tersier dan kuarter, alat-alat pertanian, hingga jembatan. Semua ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.
Sutarno menegaskan, Kabupaten Kapuas memiliki peran strategis sebagai penyangga pangan Kalimantan Tengah, dengan sentra produksi berada di Kecamatan Bataguh, terutama wilayah Terusan. Oleh karena itu, akses jalan yang telah dinantikan masyarakat selama lebih dari 40 tahun harus benar-benar dimaksimalkan.
“Dengan terbukanya akses jalan ke lahan-lahan pertanian yang sebelumnya sulit dijangkau, saya yakin perekonomian masyarakat akan meningkat. Distribusi hasil panen menjadi lebih mudah dan biaya angkut dapat ditekan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, apabila Pelabuhan Bertanjung nantinya dapat beroperasi, Kabupaten Kapuas tidak hanya berperan sebagai lumbung pangan, tetapi juga berpotensi menjadi penyangga ekonomi daerah secara lebih luas.
Lebih lanjut, Sutarno berharap setiap desa dapat merealisasikan minimal satu usulan prioritas hasil Musrenbang Kecamatan untuk tahun anggaran 2027. Ia juga mengapresiasi kebijakan Bupati Kapuas terkait program pemerataan satu miliar rupiah per desa.
“Program satu miliar satu desa merupakan langkah nyata pemerataan pembangunan. Tidak ada lagi desa yang tertinggal. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan anggaran tersebut untuk kebutuhan yang paling mendesak dan prioritas,” pungkasnya. (art/ko)







