PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap muncul saat musim kemarau kembali menjadi perhatian serius. Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan guna menekan risiko kebakaran.
Menurut Sigit, karakteristik geografis dan iklim Kalimantan Tengah menjadikan daerah ini rawan Karhutla, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Permasalahan Karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, namun membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi terkait, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sigit Widodo, Kamis (22/1).
Ia menegaskan, Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga stabilitas keamanan wilayah.
Oleh karena itu, Sigit menekankan pentingnya pencegahan sebagai strategi utama. Upaya tersebut, kata dia, dapat dimulai dari hal sederhana seperti tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengelola lahan secara bertanggung jawab, hingga membentuk kelompok siaga kebakaran di tingkat wilayah.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya titik api kepada pihak berwenang agar bisa ditangani dengan cepat sebelum meluas,” kata Legislator PDI-P itu.
Sebagai lembaga legislatif, Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Sigit, akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kesiapan pemerintah daerah serta efektivitas langkahlangkah penanganan Karhutla di lapangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif berbagai komponen masyarakat, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat, dalam menyebarluaskan edukasi dan menjalankan aksi nyata pencegahan Karhutla.
Tak kalah penting, Sigit menaruh perhatian pada peran pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian agar menjalankan kegiatan usahanya dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan keamanan lingkungan.
“Para pelaku usaha harus memastikan aktivitasnya tidak menjadi sumber penyebab kebakaran, karena tanggung jawab menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia berharap, melalui kerja sama yang solid dan meningkatnya kesadaran seluruh pihak, kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya dapat ditekan seminimal mungkin.
“Mari kita bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi mendatang sebagai bentuk tanggung jawab dan kesadaran bersama,” tutupnya. (ham/ans/ko)







