PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Kalimantan Tengah (Kalteng) dimaknai sebagai momentum untuk meneguhkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Pesan itu mengemuka dalam Tabligh Akbar yang digelar di Halaman Polda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Kamis (22/1).
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mikraj tidak seharusnya berhenti pada penghayatan spiritual semata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama.
“Isra Mikraj harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat iman sekaligus memperbaiki hubungan sosial, karena masyarakat yang rukun dan saling peduli adalah fondasi utama kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia menyampaikan, peringatan Isra Mikraj merupakan ruang refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan sekaligus mempererat ikatan antarsesama. Menurutnya, kebersamaan adalah kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat, sebab tanpa persatuan, sendi-sendi sosial akan mudah rapuh.
Gubernur juga berharap momentum ini dapat memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di Kalteng. Nilai-nilai tersebut dinilainya sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menekankan hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja bersama dalam keberagaman suku, budaya, dan agama.
Dalam sambutannya, Gubernur turut mengingatkan bahwa Isra Mikraj mengandung pesan tentang pentingnya menegakkan shalat sebagai tiang agama serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Ia menyebut, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menjalankan amanah merupakan nilai universal yang relevan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng, ia menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalteng atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan yang aman, damai, religius, serta berlandaskan nilai moral dan spiritual.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Habib Usman bin Yahya yang hadir memberikan tausiyah. Ia berharap nasihat dan keteladanan yang disampaikan dapat menjadi sumber inspirasi untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga mengandung pesan etika yang kuat bagi aparatur negara, khususnya Polri. Ia menilai peristiwa tersebut mengajarkan pentingnya membangun karakter yang berlandaskan integritas, disiplin, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Isra Mikraj harus tercermin dalam cara anggota Polri bersikap dan bertindak saat menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman. Ia menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat seharusnya membawa rasa tenang, bukan rasa takut.
“Anggota Polri harus mampu menampilkan sikap yang humanis, jujur, dan bertanggung jawab, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang adil dan berintegritas,” kata Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda menambahkan, keberhasilan institusinya tidak cukup diukur dari capaian penindakan hukum semata, melainkan juga dari kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat. Ia menilai kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui keteladanan, profesionalisme, serta konsistensi dalam menegakkan aturan secara adil.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Ia menyebut, harmoni sosial merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Ia menilai semangat itu sejalan dengan kearifan lokal Huma Betang yang mengajarkan hidup rukun, saling menghargai, dan kebersamaan dalam keberagaman di Bumi Tambun Bungai.
“Saya turut mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Semoga suasana religius yang terbangun melalui peringatan Isra Mikraj dapat menjadi energi positif dalam menciptakan Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan kondusif,” tandasnya. (ovi/ko)







