KASONGAN, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Katingan terus berupaya menghidupkan sektor pariwisata daerah melalui inovasi di Kebun Raya Katingan. Di mana sekarang ini Kebun Raya Katingan, kini telah memiliki wahana kolam pemancingan dan aviari burung. Kedua wahana tersebut, dibuka langsung oleh Bupati Katingan Saiful, dan disaksikan Sekda Katingan Christian Rain, serta pejabat dari Forkompida, Senin (26/1).
Pada kesempatan ini Bupati Katingan Saiful, memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pengelola yang secara resmi membuka wahana baru berupa kolam pemancingan dan fasilitas aviari burung. Terobosan ini diharapkan dapat memberikan alternatif hiburan segar bagi para pelancong yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Saiful menjelaskan, kehadiran wahana baru ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berwisata yang lebih variatif. Selain menikmati keasrian alam orisinal Katingan, kini pengunjung memiliki pilihan aktivitas tambahan seperti memancing dan mengamati beragam jenis burung di area aviari.
“Kehadiran fasilitas pendukung ini diproyeksikan mampu mendongkrak minat masyarakat untuk berlibur ke objek wisata yang terletak tepat di samping situs bersejarah Bukit Batu,” ungkap Saiful.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa revitalisasi Kebun Raya Katingan bukan sekadar urusan rekreasi, melainkan juga instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diyakini akan berdampak linier terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Optimisme ini didasari pada potensi besar yang dimiliki Kebun Raya Katingan sebagai salah satu aset unggulan milik pemerintah kabupaten,” terangnya.
Di tempat yang sama, Kepala DLH Kabupaten Katingan Yobie Sandra mengungkapkan, kebun raya ini merupakan yang terluas di Indonesia dengan total lahan mencapai 126 hektar, meski saat ini baru dioptimalkan seluas 30 hektar.
Menurutnya, pembukaan wahana baru ini merupakan wujud implementasi optimalisasi aset daerah agar lebih berdaya guna dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Katingan. Yobie mengakui bahwa tingkat kunjungan ke Kebun Raya Katingan sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat melakukan terobosan untuk memicu kembali antusiasme publik.
“Dengan posisi geografis yang sangat strategis dan penambahan fasilitas yang menarik, kita berharap Kebun Raya Katingan dapat kembali menjadi destinasi favorit utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah,” pungkasnya.(eri/ko)







