Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Keberadaan Jembatan H. Ahmad Saleh di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pagar pipa penyangga di jembatan tersebut dilaporkan hilang, diduga diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu jalur vital penghubung antarwilayah.
Jembatan H. Ahmad Saleh memiliki peran strategis sebagai penghubung Pangkalan Bun dengan Kotawaringin Lama, sekaligus menjadi jalur penting lintas antar kabupaten dan kota. Bahkan, jembatan ini turut menunjang arus transportasi lintas provinsi antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Hilangnya bagian pagar pipa penyangga dinilai berpotensi mengganggu aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Seorang warga yang kerap melintas, Mistahul, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurut dia, hilangnya pagar pipa penyangga sangat membahayakan, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika jarak pandang terbatas. “Jembatan ini ramai dilewati kendaraan besar dan kecil. Kalau pagar pengamannya hilang, tentu risikonya besar bagi pengendara,” ujarnya, Selasa (3/2).
Selain berfungsi sebagai pengaman, pagar pipa penyangga juga menjadi bagian dari struktur pendukung jembatan. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan berdampak pada ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar tidak menimbulkan korban.
Pengguna jalan diimbau untuk tidak mengambil, merusak, atau menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. Menjaga Jembatan H. Ahmad Saleh berarti turut menjaga keselamatan bersama serta kelancaran arus lalu lintas antar daerah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Kesadaran kolektif diharapkan mampu menjaga jembatan ini tetap kokoh dan aman dilalui.(bob)







