Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada awal Februari 2026 mulai menunjukkan sinyal kewaspadaan. Pantauan perkembangan harga bapok selama periode 2–6 Februari 2026 mencatat adanya kenaikan pada sejumlah komoditas strategis, terutama kelompok cabai, yang kembali memicu perhatian masyarakat.
Data Kestabilan Harga Bapok menunjukkan, Cabai Rawit Merah menjadi komoditas dengan lonjakan paling mencolok. Dibandingkan rata-rata harga pada pekan keempat Januari 2026, harga cabai jenis ini melonjak hingga 48,39 persen. Kenaikan juga terjadi pada Cabai Merah Keriting sebesar 33,33 persen dan Cabai Merah Besar sebesar 13,33 persen, menjadikan cabai sebagai penyumbang utama gejolak harga pangan pekan ini.
Tak hanya cabai, harga Daging Ayam Ras juga tercatat mengalami kenaikan meski relatif tipis, yakni sebesar 0,44 persen. Di sisi lain, sejumlah komoditas justru menunjukkan tren penurunan, seperti Bawang Merah yang turun 4,00 persen serta Ikan Segar Kembung yang terkoreksi hingga 10,00 persen.
Secara harian, harga cabai di pasar-pasar Pangkalan Bun terlihat berfluktuasi dengan kecenderungan naik. Harga Cabai Merah Besar bergerak dari Rp60.000 per kilogram di awal pekan menjadi Rp80.000 per kilogram di akhir pekan. Cabai Rawit Merah juga merangkak naik dari Rp80.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, Cabai Merah Keriting dan Cabai Rawit Hijau relatif stabil, masing-masing bertahan di kisaran Rp80.000 dan Rp100.000 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur lainnya, Bawang Merah mengalami fluktuasi dengan arah penurunan, dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. Harga Bawang Putih terpantau tidak berubah di angka Rp40.000 per kilogram. Adapun Daging Ayam Ras naik terbatas dari Rp45.000 menjadi Rp46.000 per kilogram menjelang akhir pekan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhamad Suhendra, menyatakan bahwa fluktuasi harga tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali. Menurutnya, kenaikan harga, khususnya pada komoditas cabai, dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di pasar. “Secara umum ketersediaan barang pokok masih aman. Kami terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi dengan pelaku usaha agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.(bob)







