PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com — Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program nasional yang menyeleksi event budaya unggulan dari seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kesiapan untuk mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan tersebut secara matang.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, mengatakan Pemprov telah mulai menyiapkan berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan awal, penganggaran, hingga evaluasi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan FBIM agar semakin menarik dan berdampak luas.
“Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, baik dari sisi anggaran, perencanaan, dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, agar FBIM semakin menarik dan dikenal hingga tingkat nasional, bahkan internasional,” ujarnya, Senin (9/2).
Leonard menegaskan bahwa FBIM bukan pertama kalinya masuk dalam Kharisma Event Nusantara, karena festival tersebut telah secara rutin terpilih setiap tahun. Oleh sebab itu, Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus memperbaiki kekurangan dan memperkuat keunggulan event tersebut dari waktu ke waktu.
Dalam persiapannya, Pemprov Kalteng juga tengah menyusun rencana paparan (ekspose) dari dinas terkait, serta memastikan adanya dukungan pimpinan daerah terhadap pelaksanaan FBIM 2026. Pemerintah menargetkan festival ini dapat semakin dikenal luas dan memiliki daya tarik hingga ke tingkat nasional, regional, bahkan internasional.
Selain itu, Pemprov Kalteng akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan FBIM, sekaligus mengundang provinsi lain yang berminat untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan KEN. Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperkaya konten budaya sekaligus memperluas jangkauan promosi festival.
Dengan kembali masuknya FBIM dalam Kharisma Event Nusantara 2026, Pemprov Kalteng berharap festival budaya tersebut dapat terus menjadi ikon pariwisata dan kebanggaan daerah, sekaligus mendorong promosi budaya lokal dan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Bumi Tambun Bungai. (ovi/ko)






