Laporkan Ayah Kandung Sebagai Terduga Bandar Besar Narkoba, Seorang Pemuda Dianiaya dan Diancam Dibunuh

oleh
oleh
Pengurus Inti GDAN Mengeluarkan Sikap, Terkait Dugaan Peredaran Sabu-Sabu di Kabupaten Seruyan

GDAN: Negara Harus Hadir Melindungi Pelapor Dari Tangan Jahat Bandar Narkoba

Kaltengonline.com – Tindakan berani seorang pemuda melaporkan Ayah kandungnya, sebagai terduga bandar besar narkoba, di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, berujung penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.

Menyikapi adanya penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap sang pelapor, Gerakan Dayak Anti Narkoba ( GDAN ), yang sebelumnya sudah menerima laporan dari pelapor, terkait peredaran sabu-sabu yang dilakukan oleh terduga, siap mendampingi sang pelapor.

Di Betang Hapakat Palangka Raya, yang menjadi sekretariat GDAN, dengan didampingi beberapa pengurus inti GDAN, yakni Ari Yunus Hendrawan, Pendeta Bobo Wanto V. Baddak, Dandan Ardi, Ingkit Djaper, dan Andre Junaidi, serta Sumiharja. Ketua GDAN Sadagori Henoch Binti, yang akrab disapa Bang Ririen Binti, Kamis ( 12/02-2026 ) mengatakan, GDAN sudah menerima laporan secara rinci dari pelapor, bagaimana terduga menjadi bandar besar sabu-sabu yang keberadaannya diduga dilindungi oknum aparat hukum setempat.

Baca Juga:  Aksi Bobol Swalayan Gagal, Pelaku Diamankan Warga

“ GDAN menerima informasi, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat hukum yang diduga menjadi kaki tangan terduga bandar besar narkoba, dan sebelumnya GDAN juga menerima informasi adanya upaya penangkapan terhadap terduga, namun upaya  yang disusun diduga dibocorkan oleh oknum aparat, sehingga operasi gagal dilakukan “ kata Ririen Binti

Sementara itu, Ari Yunus Hendrawan, selaku Sekjen GDAN, menambahkan, setelah upaya penangkapan terhadap terduga gagal akibat informasi bocor, pelapor kembali berupaya masuk ke dalam jaringan peredaran narkoba untuk mengumpulkan bukti tambahan. Meski telah diingatkan akan risikonya, ia tetap melanjutkan aksinya, karena prihatin terhadap dampak narkoba yang telah merusak kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak di bawah umur.