BNNP Kalteng dan Pemkab Barito Utara Perangi Narkoba, Siapkan Pusat Rehabilitasi

oleh
KENANG-KENANGAN: Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyerahkan cendera mata kepada Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Pol Mada Roostanto saat kunjungan kerja di Muara Teweh, Rabu (11/2).
KENANG-KENANGAN: Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyerahkan cendera mata kepada Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Pol Mada Roostanto saat kunjungan kerja di Muara Teweh, Rabu (11/2).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng) kian mengkhawatirkan. Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, jaringan narkotika kini juga merambah generasi muda. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng menggandeng Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk memperkuat langkah pencegahan.

Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto melakukan kunjungan kerja ke Muara Teweh, Rabu (11/2), dan bertemu langsung dengan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin di Balai Antang. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret memerangi narkoba di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan pencegahan melalui pendekatan keluarga dan lingkungan pendidikan. BNNP Kalteng akan mengimplementasikan Program ANANDA BERSINAR, inisiatif nasional yang dirancang untuk membentengi anak-anak dan remaja dari bahaya narkotika.

“Kita sedang berlomba dengan waktu. Masa depan generasi kita berada di ujung tanduk jika kita lengah,” ujar Mada Roostanto.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi perubahan perilaku anak sebagai indikator awal potensi penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga:  Jam Kerja ASN Barito Utara Disesuaikan Selama Ramadan 1447 Hijriah

“Kenali perubahan sikap anak. Jika tiba-tiba sering mengantuk di kelas, menarik diri dari pergaulan, atau berbohong, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan. Tes urine bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.

Mada juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan lintas sektoral. Aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, hingga pelajar menjadi target peredaran gelap.

“Kita harus bersatu. Tidak bisa hanya mengandalkan BNN, tetapi perlu peran semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Shalahuddin menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung upaya rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Sebuah gedung hibah akan direnovasi oleh Dinas PUPR setempat untuk difungsikan sebagai pusat rehabilitasi.

“Kami tidak ingin warga Barito Utara, khususnya generasi muda, terjerat narkoba. Mari bergandeng tangan, saling mengingatkan, dan berani melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” ajaknya.

Ia optimistis sinergi antara Pemkab Barito Utara dan BNNP Kalteng dapat memperkuat upaya pencegahan serta menciptakan wilayah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. (ren/ko)