Legislator Kalteng Yakin Kebocoran Pajak Bisa Diminimalisasi
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 akan mengalami peningkatan. Keyakinan itu didasarkan pada capaian realisasi PAD 2025 yang dinilai positif serta adanya penguatan sistem pelayanan pajak berbasis digital yang terus dikembangkan pemerintah daerah.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengungkapkan bahwa meski target resmi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) belum dipublikasikan secara rinci, capaian tahun sebelumnya menjadi indikator penting dalam memproyeksikan peningkatan pendapatan daerah tahun ini, tren tersebut memberi sinyal optimisme bagi semua pihak.
“Belum, tapi setidak-tidaknya karena PAD kemarin (2025) sudah tercapai mungkin targetnya seperti itu,” ujar Purdiono, baru-baru ini.
Ia menilai peningkatan PAD tidak terlepas dari upaya konkret pemerintah daerah dalam melakukan inovasi, terutama pada sektor pelayanan perpajakan. Transformasi digital dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
“Ada kemungkinan, sangat ada. Makanya dibutuhkan inovasi. Kan sekarang pembayaran pajak tidak harus face to face, bisa melalui aplikasi online, maka itu mempermudah dan akan terjadi peningkatan PAD,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui platform digital yang kini semakin optimal. Sistem yang praktis dan efisien tersebut diyakini mampu meminimalisasi potensi kebocoran serta mempercepat proses administrasi di lapangan.
“Iya sekarang ada perbaikan. Tentu saja kita berharap masyarakat juga sadar pajak apalagi pembayarannya sudah dipermudah,” pungkasnya.(afa/ko)







