Reses, Himpun Usulan Masyarakat

oleh
Juru Bicara Anggota DPRD Dapil IV H Abdullah menyampaikan laporan hasil reses Dapil IV saat rapat paripurna belum lama tadi.
Juru Bicara Anggota DPRD Dapil IV H Abdullah menyampaikan laporan hasil reses Dapil IV saat rapat paripurna belum lama tadi.

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas daerah pemilihan (Dapil) IV menuntaskan kegiatan reses perseorangan yang dilaksanakan pada 2 hingga 7 Februari 2026. Reses menyasar sejumlah kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau perkembangan pembangunan di lapangan.

Juru Bicara Dapil IV, H. Abdullah, menjelaskan bahwa reses menjadi sarana penting bagi anggota dewan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pembangunan, serta menghimpun berbagai usulan masyarakat. “Kami mendapatkan informasi lapangan, baik terkait program yang sudah berjalan maupun kebutuhan yang belum terealisasi,” ujarnya.

Pelaksanaan reses Dapil IV difokuskan di wilayah Kabupaten Kapuas, meliputi Kecamatan Kapuas Hilir, Pulau Petak, Kapuas Murung, dan Dadahup. Dari kunjungan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat berhasil dihimpun, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan pembangunan infrastruktur.

Abdullah menegaskan, hasil reses akan menjadi bahan masukan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus memperkuat fungsi pengawasan DPRD terhadap perkembangan pembangunan di wilayah Dapil IV.

Baca Juga:  DPRD Kapuas Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Hulu

Adapun anggota DPRD Kabupaten Kapuas Dapil IV yang melaksanakan kegiatan reses tersebut terdiri dari Sera Sintanola, Rahmad Jainudin, Indah Ayu Lestari, Franco B. Dehen, Bendi, H. Abdullah, dan Lawin.

Menurut Abdullah, sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat masih berkutat pada persoalan infrastruktur dasar, seperti peningkatan jalan, jembatan, serta fasilitas pelayanan publik. Hal ini dinilai wajar mengingat pembangunan fisik masih menjadi kebutuhan prioritas di sejumlah wilayah.

Ia menambahkan, DPRD Kapuas akan terus mendorong agar program pembangunan daerah benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi jembatan penting antara masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“Seluruh rangkaian reses telah dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan. Aspirasi masyarakat ini akan kami jadikan acuan, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendasar,” pungkas Abdullah. (art/ko)