Ketua Dewan Minta Pemda Turun Tangan
SAMPIT, Kaltengonline.com – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun mengingatkan agar momentum bulan suci Ramadan tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan berlebihan yang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan meresahkan masyarakat.
“Ramadan jangan dijadikan ajang mencari untung di atas penderitaan orang banyak. Pemerintah harus hadir dan bertindak tegas,” ujarnya, Kamis (19/2).
Rimbun menilai gejolak harga bahan pokok yang kerap berulang setiap Ramadan seharusnya bisa diantisipasi lebih awal. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat dengan langkah nyata agar stabilitas harga, pasokan, serta ketertiban umum tetap terjaga.
Ia menekankan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging wajib menjadi prioritas pengawasan. Dinas terkait diharapkan rutin turun ke lapangan mulai dari pasar tradisional, gudang distributor, hingga jalur distribusi untuk memastikan stok aman, distribusi lancar, dan menutup celah praktik penimbunan maupun permainan harga.
Selain pengawasan, Rimbun mendorong pemerintah menggencarkan operasi pasar dan pasar murah secara merata. Program penyangga harga tersebut diminta tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan daerah pelosok agar daya beli warga, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, tetap terjaga.
Di sisi lain, ia turut menyoroti aspek keamanan dan ketertiban selama Ramadan. Patroli rutin aparat, terutama pada malam hari saat tarawih hingga menjelang sahur, dinilai efektif menjaga situasi tetap kondusif dan memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Ramadan adalah bulan keberkahan. Pemerintah, DPRD, aparat keamanan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Harga kebutuhan pokok harus stabil, situasi aman, dan warga bisa beribadah dengan tenang,” pungkasnya. (bah/ans/ko)







