Katingan Bidik Swasembada Jagung, Gandeng Perbankan dan Swasta

oleh
oleh
Bupati Katingan Saiful dan jajarannya, ketika rapat koordinasi di ruang rapat Bupati Katingan, Kamis (2/4).
Bupati Katingan Saiful dan jajarannya, ketika rapat koordinasi di ruang rapat Bupati Katingan, Kamis (2/4).

KASONGAN, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan tak mau setengah hati mengejar target swasembada jagung.

Selain menggenjot sektor pertanian, pemda kini menggalang kekuatan baru dengan menggandeng perbankan dan sektor swasta.

Langkah itu ditegaskan Bupati Katingan Saiful saat memimpin rapat koordinasi (rakor) di ruang rapat bupati, Kamis (2/4). Rakor tersebut dihadiri jajaran Polres Katingan, perangkat daerah, perwakilan perbankan, perusahaan perkebunan dan kehutanan, hingga kelompok tani.

“Program ini langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor. Katingan siap mendukung penuh agar pelaksanaannya optimal di lapangan,” tegas Saiful.

Pemkab memproyeksikan kebutuhan lahan sekitar 350 hektare guna mendukung target produksi. Strategi yang diusung pun cukup adaptif, yakni metode tumpang sari dengan memanfaatkan lahan di sela perkebunan kelapa sawit yang sudah ada.

Di sisi lain, persoalan klasik seperti permodalan juga menjadi perhatian serius.

Saiful menekankan pentingnya dukungan perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, akses pembiayaan menjadi kunci bagi petani untuk meningkatkan produksi. Mulai dari pengadaan benih unggul, pupuk, hingga biaya operasional di lapangan.

Baca Juga:  Bupati Katingan Curhat ke Kemendagri: Kondisi Fiskal Daerah Kian Terjepit

“Kami sangat mengharapkan peran aktif perbankan. Kemudahan akses modal akan mendorong kelompok tani lebih produktif,” ujarnya.

Tak hanya itu, Saiful juga blak-blakan soal kondisi fi skal daerah yang tengah tertekan.

Dalam dua tahun terakhir, Katingan mengalami pengurangan anggaran hingga sekitar Rp445 miliar akibat pemotongan transfer pusat dan rasionalisasi anggaran.

“Kondisi ini membuat ruang fi skal kita terbatas. Sebagian besar anggaran terserap untuk belanja rutin. Maka sinergi dengan dunia usaha dan perbankan bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta hasil rakor tidak berhenti sebagai wacana. Perusahaan perkebunan dan kehutanan yang beroperasi di Katingan diminta ikut ambil bagian, baik dalam penyediaan lahan maupun pendampingan program.

Rakor ditutup dengan pembahasan teknis bersama Dinas Pertanian untuk menyusun langkah percepatan. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Katingan optimistis target swasembada jagung bisa tercapai sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani secara bertahap. (eri/ko)