MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Kesigapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara dalam menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali diuji.
Merespons kepulan asap di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan pada Minggu (30/8), Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bahkan turun langsung berjibaku bersama tim gabungan untuk menjinakkan api.
Insiden kebakaran di area gambut ini, pertama kali terdeteksi dari laporan cepat warga. Merespons informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops PB BPBD Barito Utara langsung meluncur ke lokasi kejadian, dengan membawa peralatan tempur lengkap, mulai dari mesin pompa portabel hingga mobil suplai air.
Operasi pemadaman ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur. BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean, KPHP, jajaran Kodim 1013, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan, Bhabinkamtibmas, hingga aparat desa setempat tampak bahu-membahu memblokade rambatan api.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Shalahuddin didampingi Sekretaris Daerah, Drs Muhlis, dan jajaran pejabat pemda tiba di lokasi. Tidak sekadar meninjau, orang nomor satu di Barito Utara tersebut langsung terjun ke titik api memegang selang air bersama tim gabungan.
Berkat kolaborasi solid, api yang sempat melahap setengah hektare lahan gambut tersebut berhasil dipadamkan total pada pukul 17.40 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa.
Di sela-sela proses pendinginan, Shalahuddin menekankan krusialnya kecepatan respons dalam menangani setiap laporan Karhutla.
“Kita harus bergerak cepat. Jangan sampai api yang awalnya kecil telanjur meluas dan sulit dikendalikan. Sinergi lintas sektor sangat penting, dan saya tegaskan kembali agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” imbaunya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan, langkah pencegahan jauh lebih efektif ketimbang pemadaman. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif dan partisipasi aktif masyarakat di musim kemarau menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi bencana ini.
Senada dengan hal tersebut, pihak BPBD Barito Utara juga meminta warga agar proaktif, melaporkan setiap temuan titik api kepada petugas terdekat. Keberhasilan pemadaman kilat di Desa Trahean ini, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat terbukti ampuh melindungi wilayah Barito Utara dari ancaman Karhutla. (ren/ko)







