Buka Akses dan Bangun Jembatan Bailey

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT didampingi Wakil Bupati, Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Drs Muhlis, dan sejumlah kepala OPD meninjau pembukaan jalan penghubung menuju Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (2/9).
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT didampingi Wakil Bupati, Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Drs Muhlis, dan sejumlah kepala OPD meninjau pembukaan jalan penghubung menuju Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu (2/9).

Bupati Barito Utara Targetkan Desa Butong Teraliri Listrik Desember 2027

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus mengebut pembangunan infrastruktur guna mengakhiri krisis penerangan di wilayah terpencil. Salah satu fokus utama saat ini adalah Desa Butong di Kecamatan Teweh Selatan, yang sudah bertahun-tahun gelap gulita tanpa jaringan PLN, akibat ketiadaan akses jalan darat.

Langkah konkret tersebut terlihat saat Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bersama Wakil Bupati, Felix Sonadie Y Tingan, dan Sekretaris Daerah, Drs Muhlis, meninjau langsung progres pembukaan jalan penghubung menuju Desa Butong, Rabu (2/9). Peninjauan ini, turut didampingi jajaran manajemen PLN dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Shalahuddin mengungkapkan, selama ini warga Desa Butong terpaksa bergantung pada jalan operasional perusahaan kelapa sawit sepanjang 12 kilometer, untuk beraktivitas ke luar daerah. Kondisi medan yang terisolasi itulah yang membuat material dan tiang listrik PLN tak kunjung bisa disalurkan.

“Nasib Butong ini mirip dengan Sikan. Sudah cukup lama mereka tidak menikmati penerangan PLN karena kendala akses. Saat ini kami mulai mengiris jalan baru dengan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 4,8 kilometer,” ujar Shalahuddin di lokasi proyek.

Pembukaan akses darat ini menjadi kunci utama bagi masuknya program elektrifikasi. Namun, Shalahuddin menyadari, masih ada tantangan besar yang harus segera diselesaikan, yakni pembangunan jembatan darurat serta pemasangan menara pilon untuk menyeberangkan kabel listrik.

“Di titik ini kita tinggal membangun satu unit Jembatan Bailey sepanjang 30 meter untuk mempermudah mobilisasi tiang listrik, sekaligus mendirikan menara pilon untuk penyeberangan kabel,” jelasnya.

Dengan progres tersebut, orang nomor satu di Barito Utara ini optimistis jaringan listrik di Desa Butong dapat menyala pada Desember 2027. Keyakinan itu menguat, usai dirinya berkoordinasi langsung dengan pihak direksi PLN, terkait rencana strategis elektrifikasi desa.

“Direktur PLN tadi juga sudah meninjau langsung kondisi lapangan. Harapan kita, tahun depan tiang dan instalasi kelistrikan sudah bisa digarap, sehingga Desember 2027 desa ini benar-benar terang benderang,” tegas bupati antusias.

Lebih lanjut, Shalahuddin memaparkan, saat ini masih tersisa 15 desa di Barito Utara yang belum tersentuh listrik. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kawasan tersebut dapat merdeka listrik pada 2027.

Guna merealisasikan target itu, bupati telah menginstruksikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera membuka akses jalan di desa-desa yang masih terisolasi. Ia juga meminta, seluruh camat memetakan wilayah mana saja yang mendesak untuk ditangani akses daratnya.(ren/ko)