Gubernur Agustiar Tinjau Posko Induk Karhutla Kapuas

oleh
oleh
Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Dr Usis I. Sangkai menerima kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran di Posko Induk Penanggulangan Karhutla, Rabu (23/9).
Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Dr Usis I. Sangkai menerima kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran di Posko Induk Penanggulangan Karhutla, Rabu (23/9).

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas dalam rangka meninjau langsung Posko Induk Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Rabu (23/9).

Gubernur didampingi Bupati Kapuas HM Wiyatno dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai. Peninjauan tersebut untuk melihat langsung kesiapan posko, personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi terkini karhutla serta langkah penanganan yang dilakukan di lapangan.

Dalam kunjungan itu, Agustiar meninjau aktivitas Posko Induk Karhutla dan menerima paparan terkait perkembangan situasi serta upaya penanggulangan yang dilakukan jajaran terkait. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan, penerimaan laporan kejadian, hingga mendukung percepatan penanganan karhutla.

Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan, pemkab terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui koordinasi lintas sektor. Kesiapan personel dan dukungan sarana prasarana juga terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat, dunia usaha maupun masyarakat. Karena itu, koordinasi yang kuat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan di lapangan,” kata Wiyatno.

Pemkab Kapuas juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Sinergi seluruh pihak dinilai penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. (art/ko)