KTH Meniti Fajar dan BKSDA Selamatkan Dua Orangutan dari Pohon Bekas Terbakar

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — KTH Meniti Fajar bersama Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II Pangkalan Bun, BKSDA Kalimantan Tengah, menyelamatkan dua orangutan dari sebuah pohon kering bekas terbakar di Kilometer 24, Jalan Lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Selasa, 29 September 2026.

Dua orangutan yang terdiri atas induk dan anak itu ditemukan bertahan di puncak pohon dengan ketinggian sekitar 25 meter. Lokasi tersebut berada di kawasan kebun kakao Wanawiyata Widya Karya milik KTH Meniti Fajar.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi pohon telah mengering setelah terdampak kebakaran. Tim WRU BKSDA akhirnya melakukan pembiusan untuk menurunkan kedua satwa dilindungi tersebut dengan aman.

Alat berat juga disiagakan di sekitar lokasi. Pohon kering di sekitar titik evakuasi ditumbangkan untuk membatasi pergerakan orangutan agar tidak berpindah ke pohon lain dan menyulitkan proses penyelamatan.

Kedua orangutan itu kemudian diberi nama Meniti dan Fajar. Meniti merupakan induk betina yang diperkirakan berusia 25 tahun, sedangkan Fajar, anaknya, berusia sekitar 8 tahun. Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Keberadaan mereka diduga berkaitan dengan kondisi habitat yang terdampak karhutla. Hutan di sekitar lokasi terbakar sehingga sumber pakan alami bagi orangutan diduga berkurang. Sebelum proses evakuasi, kedua satwa itu juga beberapa kali terlihat memakan buah kakao milik warga.

Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan semula terdapat tiga orangutan di kawasan tersebut. Namun, satu individu yang diduga pejantan kemudian tidak lagi terlihat.

“Awalnya tiga individu, tapi satunya enggak tahu ke mana. Sebelum terbakar, individu ini kami biarkan saja, sering makan buah kakao tanaman kami,” kata Sarwani.

Sarwani mengatakan penyelamatan tersebut merupakan hasil kerja sama KTH Meniti Fajar, WRU SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng dan Orangutan Foundation International (OFI). Setelah dievakuasi, Meniti dan Fajar diperiksa tim dokter, termasuk pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan.

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng, Handi Nasoka, mengatakan keberadaan orangutan di Kilometer 24 sebelumnya telah beberapa kali dilaporkan kepada WRU BKSDA. Setelah kembali menerima laporan pada Selasa siang, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Kedua orangutan kini mendapat perawatan lebih lanjut sebelum direncanakan menjalani rehabilitasi dan dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau. (ko)