MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memacu pemerataan pembangunan infrastruktur daerah. Komitmen tersebut dipaparkan langsung, dalam agenda Perkembangan Program 11.12 Gaspol yang menjadi momentum refleksi kepemimpinan Bupati, H Shalahuddin ST MT dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10).
Program 11.12 Gaspol merupakan, rangkuman dari sebelas program unggulan kepala daerah yang menyentuh berbagai sektor krusial, mulai dari pendidikan gratis enam belas tahun, layanan kesehatan BPJS gratis, hingga penguatan kelembagaan adat.
Khusus di sektor infrastruktur, fokus utama pemerintah diarahkan pada peningkatan akses jalan pedesaan serta pembukaan lahan pertanian produktif secara berkelompok.
Sebagai wujud percepatan di kawasan pelosok, Pemkab Barito Utara telah merealisasikan pengadaan tiga set alat berat yang terdiri dari ekskavator, vibro roller, motor grader, dan buldoser.
Alat berat ini, dialokasikan untuk melayani enam kecamatan dengan skema satu paket untuk dua wilayah, agar pembukaan lahan dan perbaikan jalan desa semakin akseleratif.
Alokasi operasional alat berat tersebut, dibagi ke dalam tiga zona penugasan. Paket pertama disiagakan untuk melayani wilayah Kecamatan Gunung Timang dan Montallat. Paket kedua beroperasi di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat, sedangkan paket ketiga dialokasikan khusus untuk kawasan Kecamatan Teweh Timur dan Gunung Purei.
Selain akses pedesaan, Pemkab Barito Utara juga tengah mengebut pembangunan tiga jembatan strategis, guna memperkuat konektivitas antarwilayah. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat per September 2026, progres fisik Jembatan Sikan–Tumpung Laung telah mencapai 58,02 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang.
Sementara itu, proyek pembangunan Jembatan Lahei kini menyentuh progres fisik 14 persen. Jembatan penghubung yang baru saja melalui tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (8/10) ini, diproyeksikan selesai pada 2029. Pembangunan infrastruktur penyeberangan ini, dinilai sangat krusial untuk melancarkan arus transportasi sekaligus memutar roda ekonomi antarwilayah.
Shalahuddin menegaskan, infrastruktur adalah fondasi utama untuk menggerakkan perekonomian dan menyejahterakan warga.
Ia berjanji akan terus memantau proyek-proyek tersebut, agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas tanpa ada satu pun wilayah yang tertinggal.
“Penyaluran alat berat dan percepatan pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan pemerataan. Kami akan mengawal ketat setiap proyek agar berjalan transparan, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Barito Utara,” tegas Shalahuddin. (ren/ko)






