Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Hujan ringan diprakirakan mulai berpotensi turun di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada akhir Oktober 2026. Namun, hujan belum diperkirakan merata, sementara asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membuat kualitas udara berada dalam kategori berbahaya.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin, Afif Rowina Khairi, mengatakan awal musim hujan di Kalimantan Tengah berlangsung secara bertahap. Wilayah utara diprakirakan lebih dahulu memasuki periode hujan dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.
Menurut Afif, potensi hujan ringan mulai muncul pada dasarian III Oktober, yakni 20–30 Oktober 2026. Wilayah yang diperkirakan lebih dahulu mengalami hujan antara lain Kabupaten Lamandau dan Kecamatan Arut Utara di Kotawaringin Barat.
Prakiraan itu belum menjadi tanda bahwa seluruh wilayah Kobar akan segera diguyur hujan. Berdasarkan peta prediksi awal musim hujan 2026/2027, setiap zona musim memiliki perkiraan waktu berbeda, mulai Oktober hingga November.
Sebagian wilayah Kobar diperkirakan baru memasuki periode awal musim hujan pada November. Karena itu, hujan yang berpotensi turun di wilayah utara belum tentu langsung membantu mengatasi kebakaran di wilayah lain.
Di sisi lain, kondisi udara Kobar masih memprihatinkan. Data pemantauan PM2.5 yang disampaikan Afif pada Senin, 12 Oktober 2026, menunjukkan konsentrasi mencapai 712,2 mikrogram per meter kubik, dengan kategori berbahaya.
Kondisi tersebut sejalan dengan asap karhutla yang semakin tebal. Partikel halus PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan sehingga paparan pada konsentrasi tinggi berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Kedatangan hujan menjadi salah satu faktor yang dinantikan untuk membantu menekan kebakaran. Meski demikian, potensi hujan ringan tidak otomatis memadamkan seluruh titik api, terutama jika sebaran dan intensitas hujan terbatas.
Sebelum hujan turun merata, penanganan karhutla dan pemantauan kualitas udara tetap diperlukan. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat serta mengikuti informasi resmi BMKG.
Prakiraan awal musim hujan tersebut memberi gambaran bahwa masyarakat masih harus menghadapi kondisi udara buruk dalam beberapa waktu ke depan. Kepastian waktu hujan di setiap wilayah tetap bergantung pada perkembangan cuaca, sehingga pembaruan prakiraan perlu terus dipantau. (ko)






