Bupati Shalahuddin Beberkan Capaian Proyek Jalan Strategis Barito Utara

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah), didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd dan Sekretaris Daerah Drs Muhlis, meninjau progres pembangunan jalan ruas Simpang KM 34 – Simpang Benangin, belum lama ini.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT (tengah), didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd dan Sekretaris Daerah Drs Muhlis, meninjau progres pembangunan jalan ruas Simpang KM 34 – Simpang Benangin, belum lama ini.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Menginjak satu tahun kepemimpinannya, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, memaparkan sederet capaian pembangunan infrastruktur jalan. Laporan kinerja ini disampaikan langsung, dalam agenda Perkembangan Program 11.12 Gaspol yang digelar sebagai wujud refleksi tahun pertama masa jabatan mereka di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10).

Dalam paparannya, Shalahuddin menegaskan, dari 12 program prioritas yang menjadi janji politiknya, pembangunan dan pelebaran jalan mendapatkan porsi paling strategis. Infrastruktur jalan dinilai sebagai urat nadi krusial yang berfungsi menghubungkan antarkecamatan, kawasan pertanian, perkebunan, hingga mendukung akses menuju jembatan-jembatan vital daerah.

Salah satu mega proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan ruas jalan Simpang (SP) kilometer 34 menuju SP Benangin. Jalur kabupaten sepanjang 54,40 kilometer ini merupakan akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Teweh Baru, Teweh Timur, hingga Gunung Purei. Merujuk data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) per September 2026, target kemantapan jalan reguler dipatok sebesar 68 persen dari kondisi awal 62 persen. Sementara itu, untuk proyek tahun jamak (multiyears) periode 2026–2028 yang menargetkan kemantapan hingga 95 persen, saat ini pengerjaannya tengah bergulir pada tahap konstruksi awal.

Selain jalur antarkecamatan, Pemkab Barito Utara juga tengah menggenjot pelebaran jalan di dalam kota Muara Teweh, tepatnya pada ruas Jalan Yetro Sinseng hingga Temenggung Surapati. Lebar jalan eksisting yang semula 10,5 meter akan dilipatgandakan menjadi 21 meter dengan konfigurasi dua jalur dan enam lajur bermedian. Proyek yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada 18 Februari lalu ini diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota.

Tidak berhenti di situ, Bupati turut membeberkan progres pembukaan akses menuju tiga jembatan strategis, yakni ruas Tumbang Laung Seberang– Montallat–Sikan, jalan Jembatan Lemo, dan jalan Jembatan Lahei.

Progres signifikan terlihat pada ruas Tumbang Laung Seberang sepanjang 12,05 kilometer yang pada awal tahun 2025 lalu sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Kini, jalur tersebut telah fungsional dengan tingkat kemantapan jalan yang melesat dari 9 persen menjadi 27 persen.

Sementara itu, pembangunan akses Jembatan Lemo yang menghubungkan pergerakan warga menuju Kecamatan Montallat terus dikebut dengan capaian progres fisik di angka 68 persen.

Jalan selebar tujuh meter ini ditargetkan menyentuh kemantapan 95 persen. Adapun akses Jembatan Lahei yang ditargetkan memiliki panjang 540 meter dan lebar 17 meter, saat ini baru mencatatkan progres 1,5 persen lantaran masih berada pada tahap awal kontrak pengerjaan.

Bupati Shalahuddin menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat seluruh proyek tersebut agar rampung tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.

“Pembangunan infrastruktur jalan adalah fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berkomitmen penuh menuntaskan target-target konektivitas ini,” tegas Shalahuddin.

Menutup paparannya, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas PUPR, dengan dukungan penuh dari masyarakat luas.

Melalui momen refleksi ini, Pemkab Barito Utara berharap Program 11.12 Gaspol benarbenar memberikan dampak nyata bagi kelancaran mobilitas warga, efisiensi distribusi logistik, dan lompatan ekonomi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. (ren/ko)