PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Hujan berpeluang membasahi sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Jumat (30/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026). Prakiraan ini membawa harapan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian, terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Atira Indiani Pangastuti, mengatakan potensi hujan diperkirakan terjadi secara tidak merata di sebagian wilayah Kobar dan sekitarnya.
“Dari update cuaca hari ini, diprakirakan hari ini dan besok berpotensi hujan tidak merata di sebagian wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya,” kata Atira, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan pemantauan citra radar BMKG, awan cumulonimbus atau awan hujan terpantau di sebagian wilayah Kabupaten Sukamara dan Kecamatan Kumai, termasuk kawasan TNTP. Kemunculan awan tersebut menjadi indikasi adanya potensi hujan di wilayah tersebut.
Namun, hujan tidak diprakirakan turun secara merata. Artinya, sebagian wilayah berpeluang diguyur hujan, sementara daerah lainnya masih berpotensi mengalami kondisi cuaca berbeda.
Atira juga menyampaikan kondisi asap di sebagian wilayah terpantau mulai berkurang. Penurunan tersebut dipengaruhi hujan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Berkurangnya asap menjadi perkembangan yang dinantikan masyarakat setelah sejumlah wilayah menghadapi dampak karhutla. Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat diartikan bahwa seluruh titik kebakaran telah padam.
Di kawasan TNTP, hujan juga diharapkan membantu membasahi lahan dan vegetasi yang terdampak kebakaran. Kawasan ini merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk orangutan, yang keberlangsungan hidupnya bergantung pada kondisi lingkungan.
Kendati demikian, potensi hujan belum menjadi jaminan karhutla akan berakhir. Intensitas dan sebaran hujan menjadi faktor penting, sementara pemantauan serta penanganan titik api tetap perlu dilakukan.
BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resminya. Citra radar cuaca juga dapat dimanfaatkan untuk memantau pergerakan dan sebaran awan hujan di wilayah Kobar dan sekitarnya.
Prakiraan hujan pada dua hari ini menjadi harapan bagi masyarakat agar kondisi udara semakin membaik dan penanganan karhutla terbantu. Namun, karena hujan berpotensi turun tidak merata, kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi benar-benar pulih. (ko)






