PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Bulog Pangkalan Bun memperketat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pedagang mitra yang terbukti mengoplos beras SPHP dengan jenis lain terancam diputus kemitraannya.
Pemimpin Cabang Bulog Pangkalan Bun, Ricky Bagus Pratama, menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi penyalahgunaan beras program pemerintah tersebut.
“Kalau ada oknum yang mengoplos, langsung kita hentikan kemitraannya,” tegas Ricky, Jumat (30/10/2026).
Sepanjang tahun ini, Bulog Pangkalan Bun telah menyalurkan sekitar 1.200 ton beras SPHP di Kobar. Rata-rata pedagang mitra mengambil 10 hingga 20 karung sehingga distribusinya lebih mudah dipantau.
Bulog melakukan pemantauan pasar setiap Senin dan Rabu, termasuk sidak ke pedagang di Pasar Indrasari dan pasar lainnya. Sejauh ini, Bulog belum menemukan praktik pengoplosan beras SPHP oleh pedagang mitra di Kobar.
Beras SPHP dijual seharga Rp65.500 per kemasan, sedangkan dalam pasar murah harganya Rp65.000. Pengawasan diperketat menyusul perhatian pemerintah pusat terhadap dugaan pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium di sejumlah daerah.
Bulog Pangkalan Bun memastikan pengawasan terus dilakukan agar beras SPHP dijual sesuai peruntukan dan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau. (bob)






