BAZNAS DKI Jakarta Kirim Tim Respons Karhutla ke Palangka Raya

oleh
oleh

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) (BAZIS) DKI Jakarta memberangkatkan tujuh personel Tim BAZNAS BAZIS Tanggap Bencana (BBTB) ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk melaksanakan respons darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui aksi kemanusiaan bertajuk “Napas untuk Negeri”.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 6 November 2026 tersebut difokuskan pada upaya melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari dampak kabut asap akibat karhutla.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyiapkan empat program utama, yakni Rumah Sehat Oksigen, Layanan Home Visit Medis, Pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh, serta Logistik dan Dukungan Alat Pelindung Diri (APD).

Aksi kemanusiaan ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 1.500 jiwa penerima manfaat langsung dengan dukungan anggaran sebesar Rp223.442.500.

Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., mengatakan bahwa penanganan dampak karhutla merupakan tanggung jawab kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh wilayah administratif.

“Asap tidak berhenti di batas provinsi. Karena itu, kepedulian kita juga tidak boleh berhenti di sana,” ujarnya.

Ia menyampaikan, donasi masyarakat Jakarta diharapkan dapat membantu masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak kabut asap, sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban atas amanah zakat dan infak yang telah dititipkan.

Program Rumah Sehat Oksigen menjadi salah satu layanan utama dengan menyediakan tempat pemulihan kesehatan berudara bersih yang dilengkapi teknologi penyaring udara HEPA, tabung oksigen, nebulizer, kipas penyejuk, serta tempat tidur pasien. Fasilitas ini diperuntukkan bagi balita, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Selain itu, tim juga melaksanakan layanan kesehatan dari rumah ke rumah atau home visit dengan melibatkan dr. Ardi Santoso, Sp.A., M.Kes. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan dan saturasi oksigen, terapi nebulizer, serta pemberian obat-obatan dan vitamin bagi warga terdampak.

Program ini menargetkan 100 keluarga atau sekitar 400 jiwa. Bersamaan dengan pelayanan kesehatan, masyarakat juga menerima Paket Keluarga Tangguh yang berisi makanan tambahan, susu, vitamin, dan masker KN95 atau masker medis.

Untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta turut menyalurkan dua unit mesin pompa Alkon beserta perlengkapan pemadaman serta 100 paket APD bagi petugas. Bantuan APD meliputi masker respirator beserta isi ulangnya, kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu bot keselamatan.

Sejumlah perlengkapan kesehatan dan logistik lainnya juga disiapkan, di antaranya empat unit nebulizer compressor, enam unit nebulizer portable, empat tabung oksigen, 4.000 masker KN95/medis, 500 porsi makanan siap saji, 1.200 botol air mineral, 2.400 botol susu, 100 dus biskuit, serta 144 unit Oxycan portable untuk mendukung petugas lapangan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan keberangkatan tim dari Jakarta menuju Banjarmasin pada 30 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke Palangka Raya. Pada 31 Oktober, tim dijadwalkan melakukan koordinasi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, asesmen lokasi terdampak, serta pengadaan kebutuhan logistik darurat.

Selanjutnya, pada 1–5 November 2026, tim melaksanakan aksi terpadu melalui pengoperasian Rumah Sehat Oksigen, pelayanan medis, distribusi bantuan keluarga, serta penyaluran perlengkapan bagi petugas lapangan. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dan kepulangan tim pada 6 November 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang dipublikasikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 21 Oktober 2026 tercatat sebanyak 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla di 68 kabupaten/kota pada tujuh provinsi prioritas. Dari jumlah tersebut, 75.172 kasus dialami anak usia 0–5 tahun dan 49.680 kasus terjadi pada kelompok lanjut usia.

Dalam mendukung pelaksanaan respons darurat tersebut, alokasi anggaran terbesar diarahkan untuk logistik dan APD pemadaman sebesar Rp108.485.000 atau 48 persen dari total anggaran. Sementara itu, Rumah Sehat Oksigen memperoleh alokasi Rp46.972.000, Layanan Home Visit Medis Rp32.855.500, dan Logistik Keluarga Tangguh sebesar Rp35.130.000.

Aksi kemanusiaan ini bersumber dari kepedulian masyarakat, muzaki, dan munfiq DKI Jakarta melalui kampanye donasi “Napas untuk Negeri”. Hingga 29 Oktober 2026, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp316.060.956 dari target penggalangan sebesar Rp3 miliar.

BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyatakan kampanye penggalangan donasi tersebut masih dibuka hingga 30 November 2026 untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan.

Melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, respons kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan perlindungan dari paparan kabut asap. (*)