Belasan Balon DPD RI Buat Akun Silon

oleh
oleh
SUMBER: KPU KALTENG

kaltengonline.com – Persaingan merebut empat jatah kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng bakal ketat dan sengit. Sejak Kamis (22/12) sudah ada 12 bakal calon (balon) yang mendapatkan akun untuk menginput data di sistem informasi pencalonan (Silon).

Berdasarkan tahapan pemilihan umum (pemilu) yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng, tahapan penyerahan dukungan sebagai syarat mendaftar menjadi calon DPD RI tersisa tiga hari lagi atau berakhir pada 29 Desember 2022. Sebelum menyerahkan syarat dukungan secara fisik, maka bakal calon terlebih dahulu menginput data dukungan di Silon.

“Karena semua data pendukung harus diinput dulu di SILON baru boleh menyerahkan data dukungan ke KPU Provinsi sampai dengan batas akhir tgl 29 Des 2022,” ucap Anggota Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kalteng Sastriadi kepada wartawan, Kamis (22/12).

Sastriadi juga mengingatkan bagi bakal calon yang belum melakukan koordinasi, agar segera berkoordinasi dengan helpdesk KPU Kalteng. Karena helpdesk siap membimbing bakal calon dalam hal operasional Silon.

Baca Juga:  Doa Bersama, Bazar Murah, dan UMKM Ramaikan Hari Bakti Imigrasi ke-76 di Kalteng

Salah satu bakal calon yang siap menyerahkan berkas dukungan datang dari nama petahana yakni H Muhammad Rakhman. Pria murah senyum ini memastikan maju Kembali pada pemilu periode 2024-2029 pada pemilihan DPD RI.

Ia mengaku optimistis bisa meraup suara yang banyak. Sehingga ia berhasil mendapatkan jatah kursi atas rasanya

“Saya optimistis untuk periode selanjutnya, dan InsyaAllah saya akan mendapatkan suara yang lebih besar dari pada pemilihan di 2019,” tegas pengusaha muda asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

Untuk penyerahan berkas ke KPU, Muhammad Rakhman pastikan berkas dukungan akan diserahkan didetik-detik terkhir. Untuk persiapan ia juga tegas sampai saat ini belum ada persiapan. Namun ia tegaskan strategi yang digunakan masih seperti dulu.

“Persiapan pertama adalah masih menggunakan cara yang lumrah seperti hadir di tengah masyarakat, memasang baliho, dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” kata pengusaha travel haji dan umrah ini. (irj/ala/ko)