Pasar Penyeimbang Sangat Membantu Warga

oleh
oleh
DISERBU WARGA: Pasar penyeimbang yang digelar Pemerintah Provinsi Kalteng bekerja sama dengan Disperdagin Kabupaten Kotim di Taman Kota Sampit diserbu warga, Kamis (9/2).

SAMPIT-Pasar murah yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai sangat membantu warga. Pasar yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) yang bekerja sama dengan pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang bertujuan untuk menekan angka infl asi yang ada di wilayah tersebut setiap bulannya.

Kepala Disperdagin Zulhaidir mengatakan pasar murah ini selalu diserbu warga, karena banyak memberikan manfaat bagi mereka yang ingin memperoleh bahan baku pokok. Hal tersebut dikarenakan komoditas yang dijual pada pasar murah tersebut sudah diberikan subsidi oleh pemerintah dengan harga yang cukup murah.

“Pasar murah ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kita, mereka sangat antusias ketika pasar murah digelar karena subsidi yang diberikan cukup besar sehingga harganya sangat murah,” kata Zulhaidir, Kamis, (9/2).

Dikatakannya, dalam pengadaan pasar murah, komoditas yang dijual pada pasar murah adalah bahan pokok sehari-hari yang memang diperlukan warga. Selain sebagai upaya pengendalian laju infl asi, komoditas yang dijual dengan harga murah tersebut juga bisa membantu warga untuk memudahkan mereka memperoleh bahan pokok.

Baca Juga:  Irawati Sidak Harga di PPM Sampit Jelang Imlek dan Ramadan, Pasokan Sembako Aman

“Komoditas yang kita jual adalah bahan pokok sehari-hari seperti beras, gula, susu, minyak goreng dan sembako lainnya,” ucap Zulhaidir.

Dirinya mengharapkan dengan adanya pasar penyeimbang ini, dapat menekan angka infl asi khususnya Kabupaten Kotim yang merupakan salah satu acuan dan sampel infl asi di Provinsi Kalteng, Dengan adanya pasar murah itu juga dapat membantu meringankan beban warga.

“Warga berharap pasar murah tersebut dapat dilaksanakan secara rutin paling tidak satu minggu satu kali atau dua minggu sekali, karena akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (bah/ans/ko)