Puluhan Ribu Orang Bakal Mudik dari Kalteng

oleh
oleh

PALANGKA RAYA-Arus mudik lebaran di Kalteng diprediksi akan terjadi pada H-3 lebaran. Diprediksi arus mudik tahun ini lebih meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya yang memang dibatasi aktivitas masyarakat karena pandemi Covid-19. Tahun ini, pergerakan pemudik di Kalteng dalam rangka perayaan Idulfitri diperkirakan mencapai angka 72.083 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng H Nuryakin mengatakan, kebijakan Kemendagri menjelang perayaan Idulfitri 1444 Hijriah adalah dengan menerbitkan surat edaran (SE) kepada gubernur dan bupati/wali kota, mengatur tentang dukungan kelancaran arus mudik dan balik lebaran, terutama posko gabungan pemda dan forkopimda. Mengantisipasi lonjakan arus mudik tahun ini, juga diperlukan kesiapsiagaan dinas pemadam kebakaran, satpol PP, serta dinas kebersihan. Mengingat libur lebaran tahun cukup lama, makanperlu ada pengaturan dan kesiapsiagaan di tempattempat wisata yang diperkirakan akan menjadi destinasi masyarakat mengisi waktu liburan.

“Selain itu juga perlu pengamanan lingkungan, terutama menjaga rumah- rumah kosong yang ditinggal mudik, pemda diminta untuk siaga mengantisipasi terjadinya bencana alam maupun bencana nonalam, termasuk mengecek fasilitas angkutan laut, terutama menyangkut ketersediaan pelampung untuk penumpang,” ucap sekda, Senin (10/4).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy beberapa waktu lalu mengikuti rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dengan Mabes Polri bersama kementerian/lembaga terkait, membahas kesiapan pengamanan perayaan Idulfitri 1444 hijriah.

Dedy mengatakan, sesuai datadata yang sudah dikumpulkan dari seluruh operator transportasi yang ada di wilayah Kalteng, diprediksi pergerakan pemudik tahun ini berkisar di angka 72.083 orang, dengan prakiraan terbanyak menggunakan moda transportasi laut, dengan jumlah pergerakan sebanyak 35.984 orang. (lihat tabel) “Pergerakan orang lebih banyak menggunakan moda transportasi laut, dengan perkiraan sekitar kurang lebih 30 persen,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur: NU Kalteng Harus Adaptif

Dikatakannya, pergerakan pemudik dari Kalteng bisa melalui tiga pintu keluar, yakni pelabuhan, bandara, dan terminal. Untuk transportasi laut melalui Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Bahaur. Untuk angkutan udara, simpul transportasi ada di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara H Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Sementara untuk pergerakan orang melalui jalur darat, simpulnya di terminal WA Gara Palangka Raya, Terminal Natai Suka Pangkalan Bun, dan Terminal Patih Rumbih Sampit.

“Yang menjadi perhatian saat ini adalah kurangnya armada di Pelabuhan Sampit. Moda transportasi udara pun terbatas,” sebutnya.

Karena itu, Yulindra berharap ada dukungan dari pihak Polda Kalteng beserta jajaran, berkenaan arahan Kapolri terkait puncak H-3 menjelang hari Idulfitri. Perlu ada pembatasan terhadap angkutan-angkutan masuk kategori over dimensi over loading (ODOL) seperti angkutan tambang, kebun, dan sebagainya demi mengurangi kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.

“Diperkirakan pemudik jalur darat yang menggunakan roda dua maupun roda empat pribadi mencapai 22 persen,” tutupnya. (abw/ce/ala/ko)