PALANGKA RAYA-Peristiwa kebakaran terjadi lagi di Kota Palangka Raya, Sabtu (15/7). Kali ini si jago merah melahap tiga bangunan rumah di Jalan G Obos XVII. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga bangunan tersebut terdiri dari dua bangunan berkonstruksi kayu dan satu bangunan permanen.
Dua bangunan rumah kayu yang terbakar diketahui merupakan milik warga bernama Puji dan Woko. Sementara satu bangunan permanen merupakan milik peternak jangkrik yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Berdasarkan keterangan Sucipto selaku Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Bidang Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, saat pihaknya tiba di lokasi kejadian, api sudah membesar dan melalap bagian belakang rumah kayu milik Puji.
“Menurut pengakuan warga, di rumah itu sedang tidak ada penghuni, entah sedang bekerja atau pergi ke mana,” ujarnya.
Karena konstruksi bangunan itu terbuat dari kayu, mengakibatkan api cepat membesar dan merembet ke rumah milik Woko yang berada di samping. Kemudian api terus merembet ke bangunan permanen yang terletak di depannya.
“Setelah satu jam petugas berjibaku, akhirnya kobaran api bisa dipadamkan,” terangnya.
Sucipto menduga penyebab kebakaran itu disebabkan hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
“Perhitungan saya, kalau di rumah itu tidak ada penghuni, kemungkinan besar (penyebabnya konsleting, red) dari alat penanak nasi atau mesin pompa air,” tuturnya.
Keterangan Sucipto diperkuat dengan keterangan Babinsa Kelurahan Menteng, Sersan Kepala (Serka) Eka Wijaya, yang juga berada di lokasi kejadian. Menurutnya, saat peristiwa kebakaran terjadi, ketiga rumah yang terbakar itu memang tidak ada penghuni.
“Ketiga rumah memang sedang kosong,” kata Eka yang mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut.
Sementara itu, Woko yang merupakan salah satu korban, mengetahui peristiwa kebakaran itu setelah dihubungi temannya yang juga merupakan warga di lingkungan tersebut.
Woko membenarkan bahwa rumah berkonstruksi kayu berukuran 8×7 meter miliknya memang sedang kosong alias tidak ada penghuni. Rumah yang dibangunnya sekitar tujuh tahun lalu itu sebelumnya pernah dikontrakkan.
“Orangnya (pengontrak, red) sudah pindah, jadi sekarang memang kosong,” terang pria berusia 38 tahun itu. (ko)






