BUNTOK–Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Selatan terus berupaya bersama pemerintah daerah setempat untuk mencegah dan menekan angka stunting di daerah itu. TP PKK pun terus bersinergi dengan pemda.
Hal itu dilakukan mendukung program pemda dalam pencegahan stunting sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi untuk mengonsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dalam rangka penanganan stunting di Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Salah satu upaya yang dilakukan TP-PKK Barsel yaitu bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Barsel menggelar sosialisasi rumah pangan B2SA, beberapa waktu lalu.
Penjabat Bupati Barsel Deddy Winarwan dalam kegiatan itu, mengatakan Barito Selatan ditunjuk sebagai salah satu kabupaten yang menjadi lokasi pilot project dan hanya satu-satunya di Pulau Kalimantan. Barsel merupakan satu dari empat kabupaten se- Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi pilot project rumah pangan.
Kelurahan Buntok Kota ditetapkan sebagai pilot project Kabupaten Barito Selatan, karena Buntok Kota merupakan salah satu desa atau kelurahan dengan prevalensi tertinggi.
“Semoga dengan kegiatan pengembangan rumah pangan B2SA ini akan memberikan manfaat dalam rangka penanganan stunting. Kegiatan ini tentu sangat dirasakan benar manfaatnya oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Barito Selatan. Rumah pangan B2SA ini akan dikelola oleh kader PKK Kelurahan Buntok Kota.
Namun tetap dilakukan sinergitas antara kader PKK kelurahan, TP PKK kecamatan, TPP PKK kabupaten, dinas terkait dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten,” kata Deddy.
Ketua TP PKK Barsel Hj Erna Ardiani mengatakan, konsumsi pangan dan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) sangat penting. Untuk itu, TP PKK Barsel melaksanakan sosialisasi rumah pangan B2SA. Melalui sosialisasi dan edukasi makanan B2SA kepada anak stunting, gizi buruk, gizi kurang, ibu hamil, ibu menyusui serta calon pengantin dan kesadaran masyarakat akan pemanfaatan pekarangan.
“Guna menyelaraskan program itu, ada beberapa inovasi yaitu dengan program inovasi penting yaitu penanganan stunting. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Barsel untuk membantu anakanak saat ini agar kebutuhan dasar anak terpenuhi,” kata Erna.
Rumah pangan B2SA merupakan tempat dimana dilaksanakan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan ini dilaksanakan dengan cara memberikan makanan beragam, bergizi seimbang dan aman kepada penerima manfaat, yaitu anak stunting.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan rumah pangan B2SA akan dikelola kader PKK di desa hingga kelurahan dengan menyusun menu B2SA sesuai potensi dan kearifan lokal pada masing-masing lokasi rumah pangan. (ko)







