PALANGKA RAYA-Pengusaha tambang galian C dan ratusan sopir truk sedang gundah gulana. Bagaimana tidak? Hampir dua pekan terakhir mereka tidak bisa bekerja. Karena ada razia, lokasi tambang yang menjadi mata pencaharian mereka tutup. Alhasil, hasil tambang berupa pasir yang disuplai untuk berbagai proyek pembangunan di Kota Palangka Raya ikut tersendat.
Tutupnya lokasi tambang galian C di wilayah Palangka Raya menyebabkan para sopir truk angkutan tidak bekerja. Hal itu dibenarkan oleh seorang sopir truk bernama Sumanto.
“Katanya memang ada penertiban tambang galian C oleh aparat, jadi tempat lokasi galian itu pada enggak buka,” kata Sumanto yang merupakan warga Jalan Pasir Panjang, Kelurahan Kereng Bengkirai, Sabaru, Minggu (13/8).
Informasi perihal razia tersebut disampaikan oleh para pemilik tambang galian C di wilayah Palangka Raya kepada para sopir truk. “(Pihak) galian menginformasikan kepada para sopir bahwa ada razia, jadi semua tutup,” jelas Sumanto.
Sumanto mengatakan, setelah ada kabar perihal razia petugas, seluruh lokasi galian C, baik yang ada di Kelurahan Sabaru, Kelampangan, hingga Tangkiling saat ini tutup. Sumanto berharap segera ada solusi dari pemerintah, karena penutupan lokasi membuat para sopir truk angkutan material tidak bisa mencari nafkah.
“Tolong ditunjukkan di mana yang lokasi galian boleh diambil, supaya kami ada pekerjaan,” harapnya.
Dihubungi terpisah, Hariyono selaku Ketua Persatuan Sopir Truk Palangkaraya (PSTP) menjelaskan, penutupan lokasi galian C di wilayah kota sudah terjadi hampir dua minggu.







