PULANG PISAU-Pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) konsolidasi restorasi gambut sistematis dan terpadu pada kesatuan hidrologis gambut (KHG) Sungai Kahayan-Sungai Sebangau, Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang mengharapkan agar Deputi terus memberi ruang dan peluang berbagai program perlindungan dan pengelolaan restorasi gambut di Kabupaten Pulang Pisau.
“Dalam program perlindungan dan pengelolaan restorasi gambut, kami harapkan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, LSM dan terutama peran masyarakat sebagai objek utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi, sosial dan lainnya,” kata Taty saat itu.
Bupati juga berharap hasil kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut menghasilkan sebuah terobosan strategis yang bermanfaat dalam upaya perlindungan ekosistem gambut dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan gambut secara berkelanjutan.
“Kami selaku pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menyambut baik segala upaya dan usaha dalam menjaga lingkungan khususnya KHG Sungai Kahayan-Sungai Sebangau,” ucap Taty.
Sebelumnya bupati mengungkapkan, FGD konsolidasi restorasi gambut sistematis dan terpadu pada KHG Sungai Kahayan-Sungai Sebangau ini sebagai keberlanjutan dari tahapan kegiatan sebelumnya yang pernah dilaksanakan.
Saat itu bupati juga menyampaikan penghargaan tertinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah bersama dalam rencana aksi berbagai pihak mewujudkan upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. “Di mana untuk Provinsi Kalimantan Tengah, dipilih kabupaten pulang pisau sebagai model pelaksanaan program restorasi gambut bersama tujuh provinsi lainnya di Indonesia,” ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau dia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas langkah strategis yang dilakukan BRGM terhadap rencana pembentukan KHG sistematis dan terpadu untuk terbangunnya kesepahaman dan kesepakatan para pihak dalam program rencana aksi perlindungan gambut khususnya di Kabupaten Pulang Pisau secara optimal. (ko)







