Antisipasi Gagal Panen, Penyuluh Intens Sambangi Sawah

oleh
oleh
LAHAN KERING: Petugas DPKP Barito Timur menunjukkan lahan sawah milik petani yang kering di Kecamatan Paku, beberapa waktu lalu.

TAMIANG LAYANG–Untuk mengantisipasi gagal panen akibat kemarau panjang, penyuluh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Barito Timur (Bartim) lebih intens terjun ke lapangan. Mereka menyambangi sawah petani untuk berkoordinasi sekaligus mencek kondisi kekeringan yang terjadi.

Kepala DPKP Bartim Lurikto menyampaikan, kegiatan itu untuk mengetahui kekeringan dan potensi gagal panen. Namun dari laporan yang dirangkum hanya sebagian kecil itu terjadi. “Ada di tiga kecamatan yaitu Paku, Dusun Tengah dan Pematang Karau berpotensi gagal panen, dengan perhitungan mencapai puluhan hektare saja,” kata Lurikto, Kamis (7/9).

Dia menjelaskan, potensi gagal panen kecil bisa terjadi seperti di Desa Tampa, Kecamatan Paku dengan titik berada di wilayah Rantau Pusi. Sejauh ini, telah dilakukan pompanisasi atau penyedotan air agar permukaan tanah lembab. “Di sana mengalami kekeringan karena terdapat perbaikan saluran irigasi, sehingga ke depan masalah itu bisa teratasi, ” kata Lurikto.

Ditambahkannya, pompanisasi juga dilakukan di Desa Kupang Bersih Kecamatan Pematang Karau. Sedangkan di Kecamatan Dusun Tengah masih terus dipantau.

Menurut Lurikto, panen masa tanam April – September 2023 diperkirakan tetap maksimal, jika kemarau atau musim hujan masuk di pertengahan bulan September. “Tapi Kalau sampai kemarau terjadi di bulan Oktober maka potensi gagal panen tentu jauh lebih besar, ” pungkasnya. (ko)