DAD Sesalkan Bentrok Warga di Pelantaran

oleh
oleh
H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA– Ketua Umum Dewan Dewan Adat Da­yak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran SKom terus mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesa­tuan di wilayah Bumi Tambun Bungai. Semua permasalahan yang terjadi harus diselesaikan dengan cara baik dan bijak.

Menanggapi bentrok yang terjadi di antara kelompok masyarakat di Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng tersebut sangat sesalkan peristiwa tersebut. Dengan tegas ia meminta agar kasus seperti itu tidak boleh terjadi lagi di Kalteng.

“Saya sangat mengharapkan semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan terus menjaga persatuan dan kesatuan yang telah terpelihara selama ini dalam bingkai falsafah huma betang,” kata H Agustiar Sabran kepada Kalteng Pos, Selasa (12/9).

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 11 September 2023 di Kotim tidak boleh terulang lagi. Ini menjadi tugas bersama semua lapisan masyarakat dan pihak terkait, agar kerukunan yang sudah terpelihara untuk terus ditingkatkan dan dipupuk secara baik. Jika ada permasalahan, harus diselesaikan secara arif dan bijaksana.

“Kepada para penegak hukum saya harapkan segera mengusut tuntas kasus itu. Terutama aktor di balik peristiwa itu. Cari tahu apa motifnya dan selesaikan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. Jangan sampai terjadi lagi ke depan. Ini harus diantisipasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur: NU Kalteng Harus Adaptif

Dirinya mengapresiasi karena sengkata lahan perkebunan kelapa sawit tersebut sudah ditangani melalui jalur hukum dan saat ini sedang berproses di pengadilan. Ia mengingatkan agar semua pihak, terutama kedua belah pihak yang bersengketa menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami meminta agar aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Pemerintah bersama aparat keamanan, baik Polri maupun TNI segera mengecek kembali keabsahan dari lahan tersebut, agar tidak lagi dijadikan tempat pertemuan kedua pihak yang bisa menyulut bentrokan,” ajaknya.

DAD Kalteng juga diharapkan segera berkoordinasi dengan DAD Kotim, pemerintah daerah, dan aparat keamanan setempat untuk beriringan mengawal proses hukum masalah tersebut.

“Kami juga memfasilitasi damang untuk mendorong dan membantu perdamaian pihak-pihak yang terlibta. Mari kita jaga suasana damai dan kondusif di wilayah Kalteng yang sama-sama kita cintai ini. Berhubung saat ini sudah masuk tahun politik yang rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk merusak keamanan dan ketenteraman di tengah masyarakat,” tutupnya. (ko)