PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran meminta kepada masyarakat dan semua pihak agar menghentikan aktivitas pembakaran lahan. Ia sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar pelaku pembakaran dapat dihukum maksimal. Sebab, kebakaran akan berdampak besar bagi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Saat seperti ini bukan lagi memikirkan kebutuhan perorangan, tapi masyarakat banyak, jangan membakar lahan. Untuk satu wilayah terbakar, kami perlu mengerahkan banyak petugas,” ujar Sugianto kepada wartawan, Kamis (5/10).
Gubernur mengaku jumlah petugas dan sarana prasarana (sarpras) pemadaman yang dimiliki Kalteng saat ini masih kurang. Seluruh sarpras yang ada tidak cukup atau tidak sebanding dengan banyaknya kejadian karhutla di wilayah Kalteng yang luas.
“Semestinya Kalteng memiliki 15 helikopter water bombing untuk pembasahan gambut agar bisa menangani wilayah-wilayah yang terbakar atau berpotensi terbakar,” tuturnya.
Sugianto menyarankan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI agar bisa menyuplai helikopter ke Kalteng. Ia juga menyarankan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI agar menyediakan skuadron helikopter dan menghitung luasan wilayah yang sering terbakar setiap tahun. Kondisi kemarau yang menyebabkan potensi karhutla tinggi tahun ini memang tidak terprediksi sebelumnya.
“Mestinya dari segi peralatan sudah ditambah, yang kita butuh sekarang ini adalah infrastruktur udara, kesediaan obat-obatan dan lain-lain untuk suplai satgas sudah cukup,” ucapnya.
Saat ini Kalteng sudah berstatus tanggap darurat bencana karhutla. Status itu ditetapkan mengingat kondisi karhutla dan kabut asap di Kalteng yang kian mengkhawatirkan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib menambahkan, dengan ditetapkannya status bencana tanggap darurat akan ada upaya tambahan seperti penambahan personel, penambahan dukungan sarpras di lapangan, lalu terkait dengan koordinasi yang lebih intens lagi di lapangan.
“Jadi yang tadinya hanya mengandalkan satu regu saja, dengan naik menjadi tanggap darurat ini bisa dilakukan penambahan jumlah regu personel dan pelibatan instansi lainnya,” ujar Toyib kepada wartawan, Kamis (5/10). (ko)







