Rembuk Stunting, Forum Diskusi Penurunan Angka Stunting

oleh
oleh
KOMITMEN BERSAMA: Ketua TP-PKK Kotim, Hj Khairiah Halikinnor turut serta melakukan penandatanganan bersama dalam acara rembuk stunting, Selasa (7/5).

kaltengonline.com – Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia, angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) naik sebesar 7,6 persen dibandingkan angka sebelumnya. Hal itu membuat Peemerintah Daerah terus berupaya mengerahkan berbagai cara dalam mengatasi hal tersebut.

“Angka stunting kita naik persen 7,6 dari sebelumnya sekitar 27 persen, menjadi sekitar 35 persen. Ini bukan berarti kita tidak melakukan penanganan stunting, tetapi kita akan terus bergerak melakukan penanganannya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Kabupaten Kotim, Imam Subekti,

Pemerintah Kabupaten Kotim menggelar acara rembuk stunting pada Selasa, (7/5). Acara yang dilangsungkan di Aula Sei Mentaya itu, menjadi forum diskusi bersama antara instansi terkait untuk merembukkan bagaimana cara untuk menurunkan angka stunting di daerah ini.

Baca Juga:  Wabup Turun Langsung Salurkan Bantuan Sumatera

“Kita menggelar rembuk stunting ini untuk mencari solusi bagaimana caranya kita bisa menurunkan angka stunting ini,” ujar Imam Subekti.

Dalam forum itu Pemerintah Kabupaten Kotim memutuskan 16 lokus stunting yang akan dijalankan pada tahun 2025 mendatang. Wilayah lokus stunting itu akan berada di 16 desa di beberapa kecamatan di Kotim. Selain itu akan dilaksanakan posyandu serentak untuk mendapatkan gambaran riil dilapangan.

“Posyandu serentak ini akan dilaksanakan di Bulan Juni dan Juli. Ini akan memberikan gambaran sehingga data survei itu bisa kita sandingkan datanya. Apakah sesuai atau tidak,” terangnya.

Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut Kabupaten Kotim dapat menurunkan angka stunting secara signifikan. Terlebih lagi pemerintah pusat sendiri menargetkan penurunan angka stunting sebesar 14 persen. (sli/ans/ko)