Adanya Larangan Mudik, Organda Sangat Terpukul

oleh

Kebijakan itu dinilai bisa membantu para pengusaha angkutan travel memperoleh peningkatan pendapatan. Lodewik juga meminta agar pemerintah bisa memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan kepada para pengusaha jasa angkutan darat. Organda siap mendukung kebijakan pemerintah terkait aturan larangan mudik antarprovinsi.

“Yang penting bagi kami, pemerintah konsekuen dengan kebijakan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang sopir travel yang tak ingin namanya disebutkan mengaku sangat keberatan dengan adanya larangan bagi para sopir travel untuk mengangkut penumpang selama masa lebaran.

Menurut pria yang mengaku sering mengantar penumpang Palangkaraya-Banjarmasin, pemberlakuan larangan itu sama saja mematikan usaha para sopir travel mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Baca Juga:  Direktur Pascasarjana Jadi Tersangka, Berikut Tanggapan UPR

“Jangankan cari pendapatan untuk lebaran, untuk hari-hari biasa saja sudah sangat susah,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan tetap mengatar penumpang selama masa larangan mudik lebaran 6-17 Mei karena tuntutan hidup. “Terus terang kalau dibilang takut sama corona, ya saya juga takut, tapi mau gimana, lebih baik saya mati karena corona daripada anak dan bini di rumah mati karena tak makan,” ucapnya.