Warga Seribu Riam Usulkan Pembangunan PLTS

oleh
oleh

“Saat melaksanakan reses ke Kecamatan Seribu Riam, masyarakat setempat mengusulkan pembangunan PLTS. Memang di sana sudah ada listrik, tetapi masih menggunakan mesin diesel”

Henry M Yoseph Anggota DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Henry M Yoseph mengatakan, fasilitas listrik menjadi kebutuhan utama yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.

Namun sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang belum menikmati fasilitas tersebut, sehingga masalah listrik kerap menjadi usulan masyarakat saat kalangan dewan melaksanakan reses ataupun kunjungan ke suatu daerah di wilayah Kalteng.

Seperti usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang disampaikan masyarakat Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya (Mura) kepada jajaran anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan (dapil) IV meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara (Batara), Barito Timur (Bartim) dan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) baru-baru ini.

“Saat melaksanakan reses ke Kecamatan Seribu Riam, masya rakat setempat mengusulkan pembangunan PLTS. Memang di sana sudah ada listrik, tetapi masih menggunakan mesin diesel,” kata Henry M Yoseph yang merupakan anggota tim reses dapil IV DAS Barito dari Fraksi NasDem itu.

Henry yang juga anggota Komisi IV DPRD Kalteng yang membidangi infrastruktur dan prasarana ini mengatakan, listrik yang dihasilkan mesin diesel hanya untuk malam hari dan mampu bertahan beberapa jam saja. Sehingga pasokan listrik tidak mencukupi untuk sejumlah operasional penting, se perti admi nistrasi pemerintahan dan fasilitas kesehatan, yang rata-rata operasi di siang hari.

“Ketersediaan listrik sangat berdampak bagi sejumlah aspek penting, seperti operasional administrasi pemerintahan dan fasilitas kesehatan. Mengingat untuk penyimpanan obat-obatan perlu pendingin yang dihasilkan oleh tenaga listrik. Yang artinya pelayanan kesehatan di wilayah tersebut juga akan terhambat,” ujarnya.

Dengan dibangunnya PLTS di Ke camatan Seribu Riam, menurut Henry, maka pasokan listrik tentunya bisa terpenuhi, setidaknya hingga 80 persen. Oleh karena itu, kata anggota dewan dari Fraks Partai NasDem ini, usulan masyarakat terkait pembangunan PLTS ini diharapkam mendapat perhatian dan bisa menjadi prioritas pemerintah daerah nantinya.

“Demi mewujudkan usulan tersebut, masyarakat telah me nyiapkan lahan seluas 1 hektare. Harapan masyarakat di sana kepada pemerintah agar bisa segera ditindaklanjuti sekaligus direalisasikan,” harapnya. (irj/ens/ko)