
PALANGKA RAYA–Sampai hari ini warga yang terkena dampak ablasi di Flamboyan Bawah belum mendapat kepastikan akan dipindahkan kemana. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Hera Nugrahayu menyampaikan, masih dalam proses dan melihat dari sisi regulasi dan sisi perencanaan.
“Harus tuntas kalau tidak tuntas nanti salah langkah kan bahaya juga ya. Masih kajian sambil jalan.
Kalau penanganan kedaruratannya sudah. Tahap berikutnya bagaimana kami menyediakan relokasi dan itu ya harus bertahap, harus ada perencanaan, kajian dan sebagainya,” terangnya kepada Kalteng Pos usai kegiatanAssesment Lapangan Alih Bentuk IAIN ke UIN, di Aula Gedung Bundar IAIN Palangka Raya, Rabu (22/2).
Sementara itu, Lurah Langkai, Wanti mengungkapkan, sementara hanya mengamankan warga, memang ada sebagian yang terus menuntut untuk direlokasi. Ada beberapa warga menyewa tempat tinggal sementara.
Kemarin memang rencananya diajukan wali kota bantuan cuma sekarang belum ada juga yang CSR. Sementara kelurahan yang menghendelnya, belum ada perkembangan, menunggu wali kota datang dulu, sudah BPBD yang menyampaikan dilaporkan kembali ke pimpinan,” ucap Sri, saat dihubungi melalui whatsapp.
Pihaknya terus ditanya warga terus menerus, dan kebingungan menjawab harus bagaimana.
Kondisi warga masih seperti biasa menyewa di dekat ternjadinya ablasi, ada dua KK menyewa, perbulannya 500 ribu.
“Masih dalam kajian tim teknis, rencananya mau ke puntun, wali kota nggak setuju karena disitu masih banjir, wali kota maunya cari tempat yang layak. Sementara belum karena terkait uang Negara harus ada pertanggung jawaban tidak serta merta, dinas terus konsultasi ke pusat, dari Bappeda, Perkim, BPBD, Dinsos, dan setda,”ungkapnya. (*rid/ans/ko).






