Mengabdikan Diri, Ikhlas Beribadah dan Jalani Hidup Dalam Cinta Kasih

oleh
oleh

Hendaknya perilaku teladan Yesus menjadi contoh bagi umat Katolik untuk terus beriman dan setia. Tidak cukup beriman hanya dengan berdoa, tetapi juga dibuktikan dengan perbuatan nyata yang dilandasi cinta kasih.

“Menjadi seorang Katolik harus bisa rela berkorban, bukan untuk kebaikan atau keselamatan diri sendiri, tetapi untuk keselamatan bersama, untuk semua orang, seperti yang dilakukan Yesus,” ujarnya.

Drama teatrikal yang ditampilkan pagi itu dilakonkan oleh kelompok remaja Katolik. Mereka mendramatisasikan penderitaan Yesus hingga mati di kayu salib demi menebus dosa manusia.

Baca Juga:  Laporkan Ayah Kandung Sebagai Terduga Bandar Besar Narkoba, Seorang Pemuda Dianiaya dan Diancam Dibunuh

“Mereka mengekspresikan dengan bahasa sendiri, itulah penghayatan mereka. Pesan yang mau disampaikan sama, yaitu pemberian diri melalui pengorbanan, karena puncak cinta itu adalah pengorbanan,” tutur Pastor Patrisius.

Yesus Kristus, ujarnya, sanggup menahan sakit, karena cinta yang diwujudkan dalam bentuk pengorbanan. Yesus sanggup menahan kesakitan dan penderitaan karena cintaNya yang tulus. “Yesus sampai mati di salib karena cinta, Yesus sakit itu karena ditendang, diludahi, dan seterusnya, tetapi karena cinta Dia sanggup bertahan dari semua itu,” ucapnya.