Mengabdikan Diri, Ikhlas Beribadah dan Jalani Hidup Dalam Cinta Kasih

oleh
oleh

Sementara itu, Pastor Yoseph Gerfinus Apodentus saat berbincang oleh Kalteng Pos di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya mengatakan Jumat Agung merupakan momentum untuk memperingati wafat Tuhan Yesus Kristus.

“Ada penghormatan salib, tadi pagi juga ada dramatisasi kisah sengsara Tuhan Yesus, lalu sejak pukul 15.00 WIB tadi dilanjutkan dengan ibadah penghormatan salib,” ujarnya.

Yang mana salib adalah simbol dari umat Kristiani itu sendiri. Dijelaskannya jika secara teologi adanya penghormatan salib karena Yesus Kristus disalibkan untuk menyelamatkan membebaskan dunia dari dosa.

“Oleh karena itu, pengorbanan Yesus diharapkan dapat menjadi motivasi, teladan, dan contoh bagi umat-Nya untuk berani berkorban bagi orang lain,” tuturnya.

Kemudian lanjutnya, dengan kuatnya makna salib itu umat Kristiani melakukan berbagai cara untuk menghormati salib tersebut. “Harapannya usai peringatan Jumat Agung semoga umat semakin menyadari pentingnya punya jiwa pengorbanan,” katanya.

Baca Juga:  Perkuat Transformasi UMKM Kalteng, BI Gelar Get Up Bajukung 2026

Sehingga dapat meninggalkan keegoisan. Terlebih di zaman yang saat ini semakin maju dan banyaknya manusia yang sibuk dengan urusan masing-masing. Yang pada akhirnya berujung lalai. Sehingga orang orang menjadi sangat egois. Oleh karena itu katanya, harapannya umat dapat mengambil nilai-nilai yang ada, yakni nilai pengorbanan diri.

“Sebagaimana Yesus yang tidak menganggap diri sebagai seorang yang harus diakui ketuhanannya tetapi dia merendahkan diri dan mengorbankan diri-Nya bagi orang lain,” tandasnya. (dan/zia/ce/ ala)